Review I : Rafting Telaga Waja
By Paket Tour Murah Bali & Jual Beli Properti Rumah, Tanah, Sewa /Kontrak Ruko, Apartemen Bali
Diskon GILA-GILAAN khusus BULAN INI !
Mau main watersport Tanjung Benoa SUPER MURAH dengan DISKON hingga 60%
KLIK DI SINI
Mau sewa mobil atau sepeda motor murah di Bali?
Tersedia aneka sepeda motor, Mobil Toyota alphard, Avanza, Karimun dll
KLIK DI SINI
Sungai yang berlokasi di Daerah Karangasem Bali ini, boleh dibilang sungai terbaik untuk wisata arung jeram di Bali. Karena tingkat kesulitannya di atas Sungai Ayung yang telah populer lebih dulu, sungai telaga waja memiliki grade 3-3+ masih aman sebagai sungai wisata, selain itu sungai ini bening sekali, sampai dasar sungainya kelihatan.
Vegetasi kiri-kanan juga masih sangat-sangat asli penuh dengan tumbuhan, yaitu ditumbuhin sejenis rumput gajah yang langsung bersingungan dengan air sungai, terasa dirawa-rawa yang mengalir. didukung bentukan jurang-jurangan, yang menandakan sungai ini jenis sungai tua.
Sudah lama aku ingin berarung jeram disini, sungai telaga waja, beberapa bulan sebelumnya sungai ayung sudah aku arungi, tentu masih penasaran sungai yang dibilang bagus begini doang, di Bali katanya masih ada sungai yang paling keren, temen-temen Bali menyatakan telaga waja adalah jawabannya:)
Kali ini aku ditemani oleh 3 orang anak Wanaprastha Dharma (Rai, Klepon dan Bangkong) dan satu sohib lagi mantan selebritis di Pusgiwa Depok, Ipeh yang kebetulan sedang bertugas di Bali.
Lokasi pengarungan jauh dari Denpasar, kita perlu carter mobil untuk berlima, yang akan mengantar dan menjemput di Finish nantinya. selain itu kita mencoba menghubungi Raja rekan senior WD yang bekerja di Sobek Bali untuk bisa mendapatkan sewa perahu karet dengan harga mahasiswa. Akhirnya dengan tiga ratus ribu kita dapat sewa perahu lengkap dari rekan Raja yaitu Gus Edi (Operator Deras 081337314375). Untuk Start pengarungan kita ambil paling hulu di BIR (Bali Internasional Rafting) setelah basa-basi sama empunya start yang benama Mangkok:). Dan rencana Finish di Jembatan jadi jarak pengarungan kali ini paling panjang sekitar 25 km lebih.
Sabtu, 27 Oktober 2007
Sungai ini jadi menarik buatku karena aku sebagai kapten perahu musti tahu keputusan tiap jeram didepanku, untung saja 2 orang WD pernah ngarungi sungai ini jadi ada bantuan untuk mengenali tempat-tempat bahaya, berbagai cerita sebelumnya dan para pemadu di BIR sini, mengambarkan bentukan-bentukan bahaya sungai ini. Ini menjadikan ciut juga buatku karena mengarungi sungai tanpa river running sistem, tidak ada back up perahu lain. Kemampuan awak? wah aku lebih pede nih, Ipeh bekas pengarung, Rai dulu menemaniku di ayung serta Klepon dan Bangkong sudah pernah lewat ini sungai jadi bukan salah kalo “pede aja lagi”;)
Sebelum pengarungan, aku mintakan doa sebentar dan peregangan secukupnya. Aku pegang dayung dengan keyakinan river sense yang masih terasa, Ok pren kita arungi Telaga Waja dalam cuaca mendung ini.
Sungai nya berukuran sempit dan arus yang lumayan deres sehingga manuver dibutuhkan terus menerus, banyaknya tonjolan batu yang menyembul membuatku kewalahan sebagai skipper untuk ngeblok kiri dan ngeblok kanan, awak ternyata tidak seperti harapan belum bisa kompak atau model sungainya emang membuat kehilangan momentum gerak perahu… Sial baru 100 meteran nih udeh lemes aja nih badan:(, kalo boleh aku simpulkan gede-nya perahu tidak cocok untuk sungai ini… sungai ini akan kompatibel dengan perahu 3-4 orang atau kayak inflatable. Sedangkan perahu kita ukuran untuk 6-8 orang.
Pantesan para skipper disini bilang, kita nggak usah dayung biar sungai yang nganter kita ke finish. Tapi kemampuan melewati celah2 sempit mutlak bisa untuk para pemandu disini. Bener2 tidak ada flat, perahu nggak usah didayung perahu sudah melaju dengen kenceng. Tanpa kusadari perintah dayung mundur lebih banyak aku sampaikan ke awak…
Halangan berikutnya adalah Dam, tentu saja kita tidak melewatinya, biarkan perahu saja yang lewat. Dam dengan arus rata ini setinggi 8 meter. Si Bangkong bilang katanya bisa koq tapi satu orang saja, lihat saja perahu yang jatuh itu tidak akan kebalik koq (dalam hatiku ini kesimpulan yang salah, saat perahu di mulut air terjun dia akan membagi beban terberat untuk jatuh lebih dulu, dimana posisi duduk yang aman akan sulit buat si pemberani mengaturnya..iya kan).. ehm aku berpikir dua kali untuk mencobanya… salah sedikit bisa keluar perahu dan ke bentur batu dalam sungai. Tidak dan jangan deh!
Ngaak jauh dari sini ada jeram drop satu meteran, bener2 posisi lurus, jangan miring2 atau melintang bisa nyangkut dan wrap atau terbalik, karena di awali dengan bagus justru kita tambah senang melewatinya:)
Di tengah pengarungan menjumpai Air terjun yang cakep berundak, wah cocok banget nih tempat untuk sekedar istirahat dan main bersama air terjun. Para petani disekitar juga merawat air terjun ini termasuk menyiangi dan menyusun batu ke air terjun ini.
Rintangan jembatan kayu lumayan banyak disini, mungkin ada 4-5 jembatan yang dibikin warga, untuk melewatinya kita bener2 boom ke perahu, jangan ampe nyangkut karena perahu nya melaju cepet, jika helm atu pelampung nyangkut kita bisa terseret keluar perahu lho… sialnya jembatan ini dibuat di sungai yang jarak antar nya pendek. pada jarak antar sungai yang deket otomatis sungai menyempit dan arus tambah cepet apalagi jarak jembatan dan muka air cuman satu meteran… Kalo air lagi gede banyak yang kena tuh karena jarak muka air dan jembatan lebih pendek lagi.
Masih ada satu yang bikin kita dedegan di Telaga Waja yaitu melewati Dam kedua bersama perahunya. Dam ini nggak setinggi sebelumnya cuman 3-4 meter dibuat miring kurang dari 80 derajat, jadi ada teknik tersendiri untuk melewati Dam ini. Baru kali ini aku percayakan nasibku sama si Bangkong untuk mengendalikan perahu… Dia bilang pokoknya perahu masuk lurus, kalo udeh di mulut air terjun ebahkan badan kebelakang penuh supaya tidak terlempar ke depan.
Aku perhatikan depan bener2 horizontal yang hilang… Yap didepanku adalah bentukan Dam yang aku sendiri tidak yakin melewatinya karena belum pernah melihat karakter Dam itu… Modalku cuman percaya sama temen titik, ini aman titik.
Menjelang mulut Dam kita semua teriak sekeras2nya sambil merebahkan badan serebah2nya dedegan nggak jelas gimana terasa kelanjutan nasibnya, dan dua detik kemudian teriakan kegirangan… karena lolos dari terbalik atau tumpah ke luar dari perahu… bener2 surprise nih, belum pernah aku lewati Dam setinggi ini:)
Jeram-jeram berikutnya biasa saja namun tetap asik untuk dimainkan…dan pengarungan berakhir di jembatan besar kendaraan, angkot yang kita carter siap menunggu, dan kembali ke Denpasar..
Sumber : http://bambangwijiatmoko.multiply.com/journal/item/12/Telaga_Waja_Jeramnya_Mengalir.
KERJASAMA PEMASARASAN PROPERTYTags: rafting bali paling bagus Kategori Bali Adventure, Rafting di Bali
Anda memiliki property DI Bali yang dijual/disewakan? Anda sales property, agent property atau developer? Kami siap bekerjasama memasarkan property Anda melalui internet dengan puluhan website seperti www.baliapartemen.com, www.baliruko.com dan lain-lain dengan prinsip kejujuran. Hub. 081 238 23624
Tulis Komentar




