Voucher Paket Wisata yang DIjual di e-kuta.com selain dgn BOOKING ONLINE, bisa dibeli di outlet SPESIAL SAMBAL mister lele (MLSS) , klik di sini
Powered by MaxBlogPress  

Mengenal Pura Rambut Petung di Manggis Karangasem

By Kenzie Kayana , Tari Barong Batubulan , Tanjung Benoa Watersport dan Bali Rafting Murah

PROMO MURAH SEPTEMBER - OKTOBER - NOVEMBER 2014VOUCHER DISKON (HARGA E-KUTA.COM)
Watersport Tanjung Benoa Rp. 200.000 85.000 /orang
Ayung Rafting Rp. 450.000 270.000 /orang
Telaga Waja RaftingRp.450.000 275.000/orang
Quicksilver CruiseRp. 850.000 645.000 /orang
Bounty CruiseRp.860.000 610.000 /orang
Bali Hai CruisesRp.920.000 830.000 /orang
Sunset Dinner Cruise (romantic dinner) Rp.600.000 420.000 /orang
Seawalker Tanjung BenoaRp.650.000 405.000 /orang
Marine Walk Nusa Lembongan Rp.750.000 615.000 /orang
Sewa Mobil Avanza + Driver (tanpa BBM)Rp.300.000 275.000 /10 jam
Scuba DivingRp.500.000 300.000 /orang
Odyssey SubmarineRp.800.000 545.000 /orang
Tour Pulau PenyuRp.650.000 350.000 /10 orang
Seafood Pantai JimbaranRp.275.000 135.000 /paket
Bali Bird ParkRp.120.000 85.000 / orang
Naik Unta (Camel Safari)Rp.400.000 280.000 /orang
Naik Gajah (Elephant Safari)Rp.700.000 560.000 / orang
Tiket tari Kecak UluwatuRp.120.000 90.000 / orang
Tiket Tari Barong BatubulanRp.120.000 70.000 / orang
Tiket Perahu Dolphin Lovina (Lumba-Lumba)Rp.200.000 100.000 / orang
Paket Spa BaliRp.400.000 220.000 / orang
Paket Tour Seafood Jimbaran KecakRp.600.000 495.000 / orang
Fast Boat ke LombokRp.520.000 420.000 / orang
BOOK NOW >>>BOOK NOW >>>

Share

www.parisada.orgPura Rambut Petung terletak di Desa Pakraman Pesedahan, Kecamatan Manggis, Karangasem dipercaya sebagai pura Kahyangan Jagat stana Batara/Dewa Sangkara. Masyarakat setempat percaya guna mohon perlindungan agar terhindar dari marabahaya, menggelar persembahyangan mengayu-ayu. Seperti menghindari usaha peternakan ayam dari wabah flu burung, digelar mengayu-ayu, tirtha dimohon dari pura ini lalu dipercikkan ke pekarangan dan lokasi kandang peternakan.

Selama ini selain pangempon utama krama Desa Pakraman Pesedahan, juga pura setempat disungsung dari krama di desa sekitarnya seperti Tenganan Dauh Tukad, Sengkidu termasuk Nyuh Tebel dan sekitarnya. Klian Desa Pakraman Pasedahan Nyoman Wage, S.H. belum lama ini di desa setempat mengatakan, pura ini sudah diketahui keberadaannya tahun 1021. Hal itu dapat dibuktikan dari prasasti dan teks yang diterjemahkan dari Leiden, Belanda baru diperoleh 1985.

Dulu raja Bali yang berpusat di Gelgel, Klungkung ketika masa pemerintahan Ida Dalem Pasuruan, mengutus I Gusti Ngurah Tenganan serta empat pengiring dan pasukannya menjaga dan mapekeling (mengingatkan) kepada raja dan menggelar upacara di pura yang berlokasi di pebumian Pesedahan. Mereka kini dipercaya sebagai leluhur krama Pesedahan. Pura ini berlokasi di kaki Bukit Dulun Petung.

Disebutkan, setelah Dukuh De Mangku kalah perang dalam peperangan yang berkecamuk sekitar enam bulan, I Gusti Ngurah Tenganan menemukan tiga KK krama yang masih ada. Dengan jumlah krama yang terbatas, dirasakan tak cukup membentuk desa pakraman. Lantas dimohonkan krama kepada Raja Karangasem dan mereka ditempatkan di mel kelod (di selatan pusat desa) yang kini diperkirakan Banjar Karanganyar. Mereka itu diperkirakan berasal dari Subagan, Seraya, Perasi dan Macang.

Sampai kini, diketahui dua kali upacara besar yakni 100 tahun lalu, serta terakhir karya ngenteg linggih, nubung padagingan tahun 2005. Hal itu melihat dari kemampuan krama panyungsung.

Karya tahun 2005 itu disaksikan keturunan raja atau keluarga Puri Karangasem seperti AAB Ngurah Agung serta Cokorda Klungkung. Itu upacara yang berdasarkan petunjuk dari lontar yang ada. Sementara pujawali rutin tiap enam bulan saat Umanis Galungan. ‘Ketika itu dari Tenganan Dauh Tukad mengaturkan wewalian berupa gambang,’ ujar Wage.

Dikatakan, penyungsung pura itu kini lebih dari 500 KK. Pamangku di pura ini yakni Mangku Gede Nengah Sujati dan Mangku Ayu Nengah Supadmi. Sementara saat pujawali atau karya besar dibantu paguyuban pemangku di Pesedahan yakni 32 orang, terdiri atas para pemangku kahyangan desa, pemaksan dan dadia.

Di mana menjelang aci sambah, kata Wage, di Desa Tenganan Dauh Tukad atau Sengkidu, biasanya mendak tirtha di Pura Rambut Petung. Di pura ini dipercaya sebagai Stana Dewa/Batara Sangkara serta di kalangan krama penyungsung setempat dimanifestasikan Batara Gede Lingsir Rambut Petung.

Di antara sekian bangunan/pelinggih, terdapat Meru Tumpang Siya (sembilan) di kanan dan kiri ada Pelinggih Gaduh, tiga buah Padmasana masing-masing dua menghadap ke selatan dan satu ke barat.

Ada juga Gedong Sari, pelinggih putra-putri seperti Pelinggih Batara Ayu, Pelinggih Batara Segara, Batara Majapahit. Dibuatkan juga Pelinggih Batara di Sengkidu dan Mendira ketika tangkil ke ajine di Pura Ramput Petung.

Mohon Kesejahteraan

Wage mengatakan, sejumlah tokoh pernah tangkil dan mendapat panugerahan atau paica. Pamedek dari Lombok juga pernah ngaturang pakemit di pura ini. Selain itu, masyarakat Pesedahan dan sekitarnya mempercayai mohon perlindungan dan kesejahteraan akan terkabul. Ini terbukti, saat wabah flu burung atau gerubug ayam di daerah lain dan luar Bali, pengusaha peternakan ayam ras di Pesedahan tak sampai rugi besar. Bahkan bisa dibilang terhindar dari kematian massal akibat wabah.

Saat menangkal gerubug ayam, peternak menggelar upacara mengayu-ayu, mohon tirtha perlindungan dan air suci itu dipercikkan di rumah, keluarga dan sekitar areal usaha peternakan. Puluhan usaha peternakan ayam ras dari skala besar dan kecil merupakan andalan masyarakat Pesedahan dalam menghidupkan perekonomian krama-nya.

Saat puwajali, kata Wage, pamedek berdatangan dari luar desa seperti Selumbung, Padangkerta, Perasi dan Subagan Amlapura. Saat itu areal parkir tak memadai. Kini pangempon pura setempat merencanakan memugar panyengker keliling 225 meter dengan rencana anggaran sekitar Rp 500 juta.

Kahyangan Jagat

Pura ini oleh prajuru setempat diyakini sebagi kahyangan jagat. Hal itu termuat dalam Lontar Mpu Kuturan dan Lontar Padma Buana. Dalam Lontar Mpu Kuturan disebutkan dengan terjemahan (dikutip dari Proposal Pembangunan Penyengker Pura Kahyangan Jagat Rambut Petung Desa Pakraman Pesedahan).

Di sana juga dijelaskan, tata cara melakukan persembahyangan bagi sang tri wangsa utama, brahmana, ksatria ratu yang boleh disembahnya Batara di sad kahyangan yang dibangun oleh brahmana dahulu, ksatria ratu beserta para menteri, wesya, sudra, yaitu Batara Giri Jagatnata, Batara Siwa Raditya, Batara Brahma, Wisnu, Iswara, stana Batara Siwa, Sadha Siwa, Parama Siwa dan Rambut Basukih, Erjeruk, Uluwatu, Watukaru, Pakendungan, Gowa Lawah, Rambut Petung, Tampakhyang, Sakenan, Panataran, itu sama-sama boleh disembah olehnya di samping juga menyembah leluhur yang sudah memasuki alam dewata dari sejak dulu, keturunan dari Batara Dwijendra, yang demikian itu tidaklah menyebabkan dosa baginya.

Sementara dalam Lontar Padma Buana disebutkan dengan terjemahan, keterangannya, sad winayaka (kelompok enam dewa) dinamai sad kahyangan sthana batara berbentuk padma di bumi, di Pulau Bali disungsung oleh Sang Bhuta Berdua. Selanjutnya tempat Batara Berdua menetap, inti padma di bumi bagaikan dasarnya alam, maka didirikan empat pura, maka itu genaplah sad kahyangan di Pulau Bali, juga berasal dari perhitungan Panca Brahma dalam batin sebagai berikut.

Sang yaitu sadya, aksobhya, Iswara jugalah dia arahnya di timur, letaknya di Pura Gunung Tampakhyang. Bang atau bhamadewa, ratnasambhawa, Brahma jugalah dia arahnya di selatan, letak puranya di Gunung Andakasa. Tang yaitu tat purusa, amittaba, Mahadewa juga dia arahnya di barat, letak puranya di Gunung Watukaru. Ang yaitu aghosa, amoghasidi, Wisnu jugalah dia, arahnya di utara letak puranya di Pura Gunung Pagadungan Tungtung.

Ing yaitu Isana, Siwa Wairocana letak puranya di tengah menjadi Batara Pratiwi bagaikan dasar berstana di Dalem Puri lalu dibuatkan pura sebagai sudut-menyudut berasal dari perhitungan pancaaksara yaitu. Nang, Maheswara terletak di tenggara berstana di Gowa Lawah. Mang, Ludra terletak di barat daya berstana di Pejeng. Sing, Sangkara di barat lfsaut letaknya di Rambut Petung.
* gde budana

Mengapa memilih PT. BALI RC BERJAYA / Ekuta Holiday sebagai partner liburan di Bali?
- Berpengalaman. Tim PT BALI RC BERJAYA / Ekuta Holiday telah berpengalaman melayani ribuan customer baik dari wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara
- Transaksi aman. Semua pembayaran ke rekening e-kuta.com via bank transfer, kartu kredit (Paypal) sangat aman. Semua menggunakan akun perusahaan (bukan pribadi)
- Pelayanan ramah dan professional
- Harga kompetitif. Selain harga lebih murah, tetapi kami lebih mengutamakan kualitas pelayanan. Kami selalu memilih provider seperti rafting yang memiliki fasilitas yang bagus, pelayanan ok. Percayalah, harga selalu berbanding lurus dengan pelayanan.
- Terlengkap. Ekuta melayani pembelian voucher sewa mobil hingga tiket pertunjukan seni Bali seperti tari Kecak atau Barong
- Alternatif pembayaran banyak.Selain pembayaran via bank transfer atau paypal, bisa juga melalui western union, kantor pos atau membayar langsung di semua outlet Spesial Sambal Mister Lele (rumah makan favorit di Bali). Info outlet di www.misterlele.com atau www.spesialsambal.net
- Pelayanan supir / driver on time. Khusus pelayanan sewa mobil Bali di e-kuta.com, pelayanan supir selain ramah dan profesional, juga mengedepankan on time atau tepat waktu.
- Sewa Mobil Mewah di Bali. Kami juga melayani client-client VIP seperti dari pimpinan perusahaan, pejabat dll dengan berbagai pilihan kendaraan mewah seperti Toyota Fortuner, Toyota Alphard, camry, BMW x5, Smart for two, Mini cooper, Mercy, Rubicon, Hummer dll baik untuk keperluan liburan, bisnis, wedding / prewedding maupun konferensi.

Tags: , , Kategori Pura di Bali




Tulis Komentar