Pawai Ogoh-Ogoh di Tinggarsari
By Paket Tour Murah Bali & Jual Beli Properti Rumah, Tanah, Sewa /Kontrak Ruko, Apartemen Bali
Diskon GILA-GILAAN khusus BULAN INI !
Mau main watersport Tanjung Benoa SUPER MURAH dengan DISKON hingga 60%
KLIK DI SINI
Mau sewa mobil atau sepeda motor murah di Bali?
Tersedia aneka sepeda motor, Mobil Toyota alphard, Avanza, Karimun dll
KLIK DI SINI
Satu hal yang menarik untuk kita saksikan 1 hari sebelum perayaan hari raya Nyepi adalah pawai Ogoh-ogoh. Buat yang belum tau, Ogoh-ogoh itu seperti boneka besar yang dibuat menyerupai rupa raksasa atau dewa, tergantung kreatifitas yang dimiliki.
Saya memiliki cerita mengenai pawai ogoh-ogoh di desa Tinggarsari, kampung halaman saya.
Desa ini terletak di kecamatan Busungbiu, kabupaten Buleleng, di bagian utara pulau Bali. Desa ini merupakan desa perbukitan dengan jumlah populasi sekitar 2000 jiwa. Desanya cantik dan hijau.
Sejak kira-kira sebulan sebelum perayaan hari raya Nyepi, sejumlah anak muda dibantu oleh kaum bapak-bapak sudah mempersiapkan bahan untuk membuat ogoh-ogoh seperti bambu, kertas, cat, lem dan lain-lain. Untuk bambu, kita biasanya cari sendiri di kebun atau minta pada Bapak-bapak.
Proses pembuatan Ogoh-ogoh pun dimulai.
Sampai akhirnya, 1 hari sebelum hari H, Ogoh-ogoh inipun sudah selesai. Para pemuda yang menggotong ogoh-ogoh itu, memakai pakaian seragam sederhana yang biasanya berisikan nama grup atau banjar. Saya bergabung dengan grup GAM (ah.kaya nama pasukan pemberntak dulu di Aceh ya heheh) alias Gabungan Anak Munduk.
Suatu ketika sebelum persiapan…rambut biasanya dicat! Wah, ntar abis ini harus ke salon nih
Ini beneran loe memakai cat asli.
Akhirnya sekitar jam 4 sore, semuanya berkumpul dan bersiap-siap mengarak Ogoh-ogoh ke balai desa. Kita berkumpul di sini, untuk sembahyang bersama, agar nanti saat menggotong ogoh-ogoh kita semuanya selamat dan tidak terjadi kericuhan.
Saya pun percaya, saat mengarak Ogoh-ogoh berbentuk raksasa, kitapun akan bisa dimasuki oleh kekuatan yang bersifat “raksasa” alias kemarahan. Itulah gunanya kita bersembahyang sebelum beraksi.
Akhirnya ini lah saatnya untuk memainkan ogoh-ogoh, menunjukkan hasil kerja keras teman-teman yang sebulanan membuat ogoh-ogoh. Para warga desa berkumpul bersama di pinggir jalan menyaksikan pawai ini. Mereka berteriak menyemangati dan sering tertawa dengan melihat tingkah kami.
Sesekali, kami membuat atraksi.
Menaikkan dan menurunkan ogoh-ogoh.
Atau bisa juga menggoyang-goyang.
Akhirnya setelah kira-kira 1 jam beraksi, pawai inipun selesai.
Keringat mengucur, tapi seperti tidak ada rasa capek. Semuanya terlihat puas dan ceria setelah selesai mengarak Ogoh-ogoh.
Setelah selesai Ogoh-ogoh ini dipralina atau dibuang ke tempat pembuangan khusus yang telah ditentukan oleh pemangku desa.
Prosesi pawai inipun selesai dan waktunya untuk kembali ke rumah masing-masing untuk persiapan Nyepi keesokan hari.
Pencarian :,, tepat jual ogoh ogoh, cara membuat ogoh-ogoh dari bambu, foto ogoh ogoh pemuda sakit, ogoh2 di desa sanur, pawai ogoh ogoh, tempat menjual ogoh ogoh di sanurKERJASAMA PEMASARASAN PROPERTYTags: Nyepi, ogoh-ogoh, pawai ogoh-ogoh Kategori Jalan-Jalan
Anda memiliki property DI Bali yang dijual/disewakan? Anda sales property, agent property atau developer? Kami siap bekerjasama memasarkan property Anda melalui internet dengan puluhan website seperti www.baliapartemen.com, www.baliruko.com dan lain-lain dengan prinsip kejujuran. Hub. 081 238 23624
Tulis Komentar




