PROMO LIBURAN BALI 2012 - DISKON SPESIAL KHUSUS WISATA BALI 2012 - klik di sini
Powered by MaxBlogPress 





Karawitan Dapat Iringi Upacara Kematian (Dhukitan)

By Paket Tour Murah Bali & Jual Beli Properti Rumah, Tanah, Sewa /Kontrak Ruko, Apartemen Bali

Diskon GILA-GILAAN khusus BULAN INI !
Mau main watersport Tanjung Benoa SUPER MURAH dengan DISKON hingga 60%
KLIK DI SINI


Mau sewa mobil atau sepeda motor murah di Bali?
Tersedia aneka sepeda motor, Mobil Toyota alphard, Avanza, Karimun dll
KLIK DI SINI


Share

www.e-kuta.com – Karawitan dapat mengiringi upacara kematian. “Upacara itu disebut dhukitan atau upacara di tempat orang meninggal yang jenazahnya akan diberangkatkan menuju pemakaman,” kata pemerhati karawitan, Sukamso dalam pidato Dies Natalis Ke-45 Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta di Solo, Rabu (15/7).

Sukamso dalam pidatonya  berjudul “Mungguh Konsep Garap Seni Pertunjukan Karawitan” menyebutkan, karawitan dalam fungsi sosialnya biasanya dipertunjukkan untuk memeriahkan upacara pernikahan, khitan, atau memperingati 1.000 hari orang meninggal. Namun seni tradisional ini di Surakarta bisa diperdengarkan dalam upacara kematian.

Sajian karawitan dalam upacara dhukitan di masyarakat umum berbeda dengan di Keraton Kasunanan Surakarta. Sajian gendhing pada upacara dhukitan di lingkungan keraton menggunakan perangkat gamelan kodhok ngorek, hanya diperuntukkan pada meninggalnya raja dan keluarganya serta hanya disajikan pada saat pemberangkatan jenazah menuju ke pemakaman.

Sementara itu, untuk sajian gendhing pada upacara duhkitan di masyarakat umum (di luar lingkungan keraton) biasanya disajikan pada waktu meninggalnya para seniman karawitan tari, karawitan pedalangan, wayang orang, budayawan, dan teater dengan menggunakan ensambel gamelan gadhon.

Untuk acara itu baik dalam karawitan hidup (live) maupun berupa kaset rekaman dan gendhing,  menurut Sukamso seperti ditulis Antara , disajikan sejak awal upacara duhkitan dimulai sebelum para pelayat datang hingga pemberangkatan jenazah ke pemakaman. Gending yang biasa disajikan adalah gending-gending garap rebab dan vokal minir, sajian irama dadi tempo (laya) lambat, garap kendang setunggal, dan volume sajian (vokal dan instrumen) lirih dalam ansambel gadhon. Dipilihnya gending-gending garap minir dengan segala aspek garapnya seperti itu adalah dimungkinkan dengan suasana duka/ suasana kesedihan pada upacara dhukitan. (Pusformas)

Sumber : www.budpar.go.id

Pencarian :,, pernikahan di iringi dengan kesenian tradisional
KERJASAMA PEMASARASAN PROPERTY
Anda memiliki property DI Bali yang dijual/disewakan? Anda sales property, agent property atau developer? Kami siap bekerjasama memasarkan property Anda melalui internet dengan puluhan website seperti www.baliapartemen.com, www.baliruko.com dan lain-lain dengan prinsip kejujuran. Hub. 081 238 23624
Tags: Kategori Indonesia




Tulis Komentar