Firmansyah Rahim: Investasi Pariwisata di Daerah Hadapi Sejumlah Kendala
By Paket Tour Murah Bali & Jual Beli Properti Rumah, Tanah, Sewa /Kontrak Ruko, Apartemen Bali
Diskon GILA-GILAAN khusus BULAN INI !
Mau main watersport Tanjung Benoa SUPER MURAH dengan DISKON hingga 60%
KLIK DI SINI
Mau sewa mobil atau sepeda motor murah di Bali?
Tersedia aneka sepeda motor, Mobil Toyota alphard, Avanza, Karimun dll
KLIK DI SINI
Budpar.go.id – Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Depbudpar Firmansyah Rahim mengatakan, ada sejumlah kendala yang menyebabkan investasi sektor pariwisata di daerah rendah.
Pertama, lemahnya sinergi pembangunan pariwisata dengan bidang ekonomi, sosial dan budaya baik antara pemerintah pusat maupun daerah. Kedua, terbatasnya sarana pendukung pengembangan industri pariwisata. Ketiga, rendahnya daya saing SDM. Keempat, kurang terjaminnya keamanan dan kenyamanan dalam berwisata. Kelima, lemahnya pengelolaan destinasi. Keenam, besarnya ketergantungan industri wisata pada destinasi tertentu seperti Bali sehingga pengelolaan destinasi di kawasan Timur Indonesia (KTI) jauh tertinggal.
Rendahnya kepastian hukum baik di pusat maupun di daerah menyebabkan daya saing melemah, kata Firmansyah Rahim susai membuka Seminar Nasional Tentang Kebijakan Investasi Pariwisata Daerah di Hotel Mellenium Jakarta, Senin (25/6).
Dikatakan, dalam hal daya saing pariwisata, World Economic Forum (WEF) dalam laporannya tahun ini, mengungkapkan bahwa berdasarkan kriteria The Travel & Tourism Competitiveness Index (TTCI) Indonesia kini berada pada peringkat 81 dengan skor 3,79 atau turun peringkat dibandingkan posisi tahun 2008. “Mengapa Indonesia yang kekayaan alam dan biodiversity no dua di dunia justru peringkatnya jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga. Harusnya pemerintah daerah, asosiasi industri dan semua pihak introspeksi diri mengapa hal ini terjadi, katanya.
Kegiatan seminar dan workshop kebijakan investasi pariwisata di daerah ini diselenggarakan Depbudpar berkerjasama dengan BKPM Pusat dan idihadiri sekitar 200 peserta dari kalangan Bapeda dan BKPM Daerah seluruh Indonesia, Disbudpar, asosiasi pariwisata serta para pelaku bisnis pariwisata. (Pusformas)
Sumber : www.budpar.go.id
Pencarian :,, hambatan dalam tanda daftar usaha pariwisata, kendala pembangunan pariwisata di indonesia, pariwisata investasiKERJASAMA PEMASARASAN PROPERTYTags: Depbudpar, Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisat Kategori Indonesia
Anda memiliki property DI Bali yang dijual/disewakan? Anda sales property, agent property atau developer? Kami siap bekerjasama memasarkan property Anda melalui internet dengan puluhan website seperti www.baliapartemen.com, www.baliruko.com dan lain-lain dengan prinsip kejujuran. Hub. 081 238 23624
1 Komentar untuk artikel “Firmansyah Rahim: Investasi Pariwisata di Daerah Hadapi Sejumlah Kendala”
Tulis Komentar





ada beberapa kendala dalam investasi par. seperti
bisnis di bidang tourism (di luar hotel/rest): Return on investmentnya lama.
tidak adanya tax holiday untuk inv.par.
minim data ttg profil pleuang inv, par di daerah..secara detail (studi kelayakan)
padahal untuk membangun resort..asing diperbolehkan modal 100%
dll..