Pura Prajapati & Mrajapati

Kategori Budaya Bali | Beri komentar

Prajapati adalah nama lain dari Sanghyang Widhi, dimana istilah itu terdiri dari dua kata bahasa kawi yaitu : praja artinya kemanusiaan (manusia) dan pati artinya inti sehingga secara harfiah prajapati disimpulkan sebagai inti manusia yaitu atman (roh) yang sama dengan/pecahan brahman (Sanghyang Widhi) Mrajapati atau Merajapati terdiri dari dua kata bahasa Kawi (jawa kuno) dimana [...]

Selanjutnya..>>

Panca Bali Krama : ‘Majauman’ ke Pura Rinjani dan Semeru

Kategori Budaya Bali | Beri komentar

UPACARA panyineban upacara Batara Turun Kabeh dan Panca Bali Krama akan dilakukan Jumat (24/4) besok. Serangkaian upacara tersebut pula, Senin (27/4) mendatang akan dilaksanakan upacara Majauman ke Pura Rinjani, Lombok dan Pura Semeru, Lumajang. Upacara majauman, kata Ketua Panitia Wayan Gunatra, merupakan wujud permakluman bahwa upacara serangkaian Tawur Agung Panca Bali Krama dan Ida Batara [...]

Selanjutnya..>>

Belajar Mepantigan di Bali

Kategori Budaya Bali, Tradisi | 1 Komentar

Di sebuah sekolah alam berstandar internasional di Bali, tampak beberapa orang bersiap-siap untuk melakukan sebuah acara. Nama acaranya adalah Mepantigan Seorang guru tampak memimpin pemananan sebelum acara mepantigan. Mepantigan berarti saling membanting dan didasari oleh seni pencak silat lokal Bali.Mepantigan merupakan gabungan seni Pencak Silat, Yudo, Capoera dan seni beladiri lainnya. Semua peserta menuju arena [...]

Selanjutnya..>>

Jarang Digunakan, Ratusan Bahasa Daerah Terancam Punah

Kategori Berita Bali, Budaya Bali | Beri komentar

Anggota Tim Pemetaan Bahasa Daerah Pusat Bahasa, Prof.Dr. Kisyani Laksono mengatakan, ratusan bahasa daerah di Indonesia terancam punah karena jarang digunakan. Sementara pada Oktober 2008 Tim Pemetaan Bahasa Daerah Pusat Bahasa berhasil memetakan 442 bahasa daerah. “Ada ratusan bahasa daerah yang sebelumnya berkembang di sejumlah wilayah di Indonesia kini keberadaannya terancam punah,” kata Prof Dr [...]

Selanjutnya..>>

Sejarah Singkat Nyepi

Kategori Budaya Bali | 1 Komentar

Kita semua tahu bahwa agama Hindu berasal dari India dengan kitab sucinya Weda. Di awal abad masehi bahkan sebelumnya, Negeri India dan wilayah sekitarnya digambarkan selalu mengalami krisis dan konflik sosial berkepanjangan. Pertikaian antar suku-suku bangsa, al. (Suku Saka, Pahiava, Yueh Chi, Yavana dan Malaya) menang dan kalah silih berganti. Gelombang perebutan kekuasaan antar suku [...]

Selanjutnya..>>

Panca Bali Krama 2009

Kategori Budaya Bali | 1 Komentar

Pada Rabu Pahing Wuku Kuningan, 25 Maret 2009 mendatang –tepat pada Tilem Caitra/Kasanga — umat Hindu kembali menyelenggarakan upacara Tawur Panca Bali Krama di Pura Besakih. Karya ini digelar setiap 10 tahun sekali, yaitu pada Tilem Caitra/Kasanga ketika tahun Saka berakhir dengan 0 atau rah windhu. Apa makna upacara ini? KETUA Sabha Walaka PHDI Pusat [...]

Selanjutnya..>>

Makna Penjor Galungan

Kategori Budaya Bali, Tradisi | 3 Komentar

Umat Hindu dari jaman dahulu sampai sekarang bahkan sampai nanti dalam menghubungkan diri dengan Ida Sanghyang Widi Wasa memakai symbol-simbol. Dalam Agama Hindu simbol dikenal dengan kata niasa yaitu sebagai pengganti yang sebenarnya. Bukan agama saja yang memakai simbol, bangsa pun memakai simbol-simbol. Bentuk dan jénis simbol yang berbeda namun mempunyai fungsi yang sama. Dalam [...]

Selanjutnya..>>

Menguak Misteri Mantram Gayatri melalui Meditasi

Kategori Budaya Bali | 3 Komentar

Om bhur bhuvah svah, tat savitur varenyam, bhargo devasya dhimahi, dhiyo yo nah pracodayat. artinya: O cahaya bersinar yang telah melahirkan semua loka atau dunia kesadaran, O Tuhan yang muncul melalui sinarnya matahari sinarilah budi kami. Inilah makna dari mantra yang memiliki semua bija-mantra yang kesemuanya melambangkan dari kekuasaan Brahman dalam cahaya suciNya. Om melambangkan [...]

Selanjutnya..>>

Pewiwahan (Pernikahan) dalam Hindu

Kategori Budaya Bali, Tradisi | Beri komentar

Sam jaaspatyam suyamam astu devah (Rgveda X. 85. 23) Asthuuri no gaarhapatyaani santu (Rgveda VI. 15. 19) Ihaiva stam maa vi yaustam, Visvaam aayur vyasnutam, kriidantau putrair naptrbhih, modamaanau sve grhe (Rgveda X. 85. 42) “Hyang Widhi, semoga kehidupan pernikahan ini tenteram dan bahagia. Semoga hubungan suami-istri ini tidak pernah putus dan berlangsung selamanya. Semoga [...]

Selanjutnya..>>

Peringatan Hari Ibu Pertama di Bali

Kategori Budaya Bali | Beri komentar

Hari Ibu yang jatuh tiap 22 Desember untuk pertama kalinya diperingati pada Sabtu, 23 Desember 1939, di Gedung Taman Siswa, Denpasar. Peringatan ini sengaja digeser ke malam Minggu agar para undangan bisa mengikuti resepsi peringatan secara leluasa. Peringatan Hari Ibu pertama di Denpasar diprakarsai oleh organisasi Peroekoenan Isteri Denpasar (PID), sementara yang ditunjuk sebagai ketua [...]

Selanjutnya..>>