Pernikahan di Bali
Ditampilkan oleh Admin
Selalu menarik memang untuk mengenal “rahasia-rahasia” budaya yang terus hidup di pulau Bali, salah satunya budaya pernikahan ala Bali.
Beberapa hari yang lalu team ini beruntung bisa menyaksikan pernikahan salah satu teman kami. Cerita tentang pernikahan ala Bali sebagai berikut.
Beberapa hari sebelum hari H, keluarga mempelai pria sebelumnya bertamu ke keluarga mempelai cewek untuk mengutarakan maksud kedatangan mereka. Setiap rombongan akan selalu dipimpin oleh Juru Raos alias moderator. Orang inilah yang akan mewakili pihak keluarga pria untuk menyampaikan maksud kedatangan mereka.
Menariknya…kemampuan ini tidak banyak dimiliki oleh orang-orang. Jadi biasanya di tiap banjar (semacam RW) biasanya memiliki Juru Raos ini dan sering kebagian job kalau lagi ada pernikahan.
Pada hari tersebut juga ditentukan hari H pernikahan. Di Bali, sesuai tradisi, biasanya selalu memakai dewasa ayu (hari baik) untuk menentukan tanggal pernikahan. Dewasa ayu dipercaya akan memberikan kelanggengan dan murah rezeki untuk pasangan yang akan menikah. Setelah mereka sama-sama setuju, biasanya kaum mempelai pria akanĀ meminta izin untuk mengajak mempelai wanita ke rumah mempelai pria. Alasan utama adalah untuk perkenalan dengan tetangga dan kerabat mempelai laki-laki yang datang untuk membantu persiapan pernikahan.
Beberapa hari sebelumnya juga di kedua rumah, baik di rumah mempelai laki-laki dan perempuan akan tampak sibuk. Tetangga dan kerabat akan datang membantu persiapan pernikahan seperti persiapan banten, urusan masak memasak dsb.
Tibalah di hari H, kedua pengantin dengan rombongan mempelai laki-laki akan datang untuk menjalani acara inti. Diadakan acara persembahyangan untuk pamit bagi pengantin perempuan. Mereka juga berpamitan secara resmi dengan petugas desa karena akan menjadi penduduk di desa asal suami. Tak terasa, tangispun kadang memang mengiringi proses ini..walaupun seusungguhnya kebahagiaan itu terasa.
Pernikahan ala Bali memang unik……sama halnya dengan di daerah lain di Indonesia.
» Kategori Budaya Bali

Pasang Iklan di sini? Hubungi kami di (0361) 7977824
1 Komentar untuk artikel “Pernikahan di Bali”
Tulis Komentar









Tambahan : Bahasa Bali untuk kata pernikahan adalah “Pawiwahan” atau “Nganten”.