Tebar pesona penari Korea di ajang PKB

Ditampilkan oleh Admin

PENIKMAT seni di Bali sangat beruntung. Pada perhelatan PKB ke-30 ini, mereka punya kesempatan menyaksikan beragam pergelaran seni yang didukung seniman-seniman dari mancanegara. Para partisipan dari luar negeri itu ada yang tampil tunggal dan ada pula yang berkolaborasi dengan seniman lokal Bali.

Di antara barisan panjang seniman luar negeri yang menyemarakkan pentas PKB ke-30 ini, Paek Hong Chon, salah seorang di antaranya. Penerima bintang jasa sebagai penari terbaik dari pemerintah Korea ini tampil mempesona bersama dua rekannya, Kim Kyong Soo dan Lee Joo Hyun, serta special guest Lee Myong Hi di Panggung Tertutup Ksirarnawa, Selasa (8/7) malam.

Malam itu, Paek Hong Chon dkk. memberikan pelajaran berharga kepada masyarakat Bali tentang makna cinta sejati terhadap seni budaya warisan leluhur. Meskipun arus globalisasi begitu dahsyat menggempur Korea yang menawarkan beragam seni pertunjukan yang gemerlapan, mereka tidak pernah berpaling dari kesejatian budaya Korea. Dengan penuh kebanggaan, seniman-seniman terbaik Korea itu memperkenalkan tari-tari klasik Korea kepada masyarakat Bali.

“Sebagian besar tari yang kami persembahkan ini merupakan tari klasik Korea. Kalaupun ada sejumlah tari modern, kami tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi sebagai landasan dalam berkreativitas,” ujar Paek Hong Chon ketika ditemui Bali Post seusai pementasan.

Peraih berbagai perhargaan tertinggi sebagai pencipta tari dan penghargaan utama bertaraf internasional di bidang seni tari itu menambahkan, pihaknya merasa sangat bangga bisa tampil di hadapan masyarakat Bali yang terkenal sebagai komunitas yang kukuh melestarikan seni budaya leluhurnya. Malam itu, para seniman terbaik Korea menampilkan 10 jenis tarian (7 tari klasik dan 3 tari modern Korea) yang rata-rata berdurasi sekitar 5-7 menit.

Tebar pesona kelompok penari berkulit kuning itu diawali oleh Paek Hong Chon dan dua muridnya — Kim Kyong Soo dan Lee Joo Hyun — lewat persembahan tari Sadang. Tarian ini terinspirasi dari aktivitas pemain sandiwara tempo dulu yang pentas keliling desa sambil memohon kepada Tuhan agar semua orang hidup berbahagia.

Selanjutnya, penonton terbelalak kagum menyaksikan gerak ritmis dan dinamis para penari Korea lewat dua tari modern Mutiara dan Batu Karang yang dirangkaikan dengan tari klasik Permohonan, Gadis dan Gembala, Tempayan, Sangmo, Pedang Panjang serta tari modern Pejuang. Paek Hong Chong dkk. mengakhiri pementasan yang sangat menggetarkan itu dengan persembahan tari klasik Chango. Tarian pamungkas ini mengkploitasi kemahiran Lee Myong Hi menari sambil memainkan gendang panjang yang terpasang di dada.

“Lewat pementasan bertajuk Malam Seni Tari Korea ini, kami ingin menggelorakan perasaan cinta yang membuncah itu. Cinta kami kepada dunia ini, cinta kami kepada masyarakat Bali yang terkenal dengan seni budayanya yang adiluhung,” ujar Paek Hong Chon yang malam itu juga sempat memperkenalkan gerakan-gerakan dasar tarian Korea kepada masyarakat Bali.

Sumber : Balipost

» Kategori Berita Bali, Pertunjukan Seni




Pasang Iklan di sini? Hubungi kami di (0361) 7977824

1 Komentar untuk artikel “Tebar pesona penari Korea di ajang PKB”

  1. ag on July 28th, 2008 5:47 am

    saya pengen tau tentang tarian-tarian dari korea,,ada yang bisa bantuin saya gak cari gerakan tentang tarian-tarian itu? saya pengen banget belajar tai-tari dari korea.

Tulis Komentar




  • Tanya Jawab

      Membutuhkan informasi tentang Bali? Kami menyediakan layanan via Telp. (0361) 7977824

      YM : sheva381142

      Skype : raracom.bali

      MSN : raracom.bali

      A member of: