Bali Menyambut Perayaan Nyepi di Awal Maret 2008
Ditampilkan pada February 15, 2008
Setelah setahun berlalu, tanggal 7 Maret 2008 ini, umat Hindu di Bali kembali merayakan hari raya Nyepi yang juga merupakan hari libur nasional.
Nyepi,yang berarti sepi, pada hakekatnya hari puasa bagi masyarakat lokal dengan menekankan pada 4 hal diantaranya :
- Amati Lelungaan, tidak bepergian
- Amati Lelanguan, tidak menikmati hiburan dan makanan
- Amati Karya, tidak bekerja
- Amati Gni, tidak menyalakan atau menghidupkan api dan lampu.
Persiapan menjelang hari raya Nyepi sudah terlihat sekitar 1 bulan sebelum hari H. Kelompok pemuda-pemudi tiap desa “Sekaa Teruna-Teruni” melakukan persiapan untuk pembuatan Ogoh-Ogoh yang akan diarak 1 hari sebelum Nyepi itu. Ogoh-ogoh yang dibuat biasanya menyerupai tokoh-tokoh dunia pewayangan yang mengambil cerita dari Ramayana dan Mahabharata.
Di hari Nyepi sendiri, kegiatan perekonomian di Balipun rehat untuk sehari. Bandara internasional Ngurah Rai ditutup selama 1 hari penuh. Wisatawan yang sedang berlibur di Balipun tidak diperbolehkan keluar meninggalkan hotel tempat mereka menginap.
Tapi inilah sisi menarik dari hari raya Nyepi itu. Bali begitu hening dan sepi, lepas dari kebisingan untuk sehari, sebelum esoknya rutinitas akan kembali lagi.
» Kategori Hari Raya

Pasang Iklan di sini? Hubungi kami di (0361) 7977824
2 Responses to “Bali Menyambut Perayaan Nyepi di Awal Maret 2008”
Tulis Komentar





gimana cara mengucapkan selamat nyepi kepada teman kita yang dibali ya…? tahun saka berapa sekarang..?
Halo Mas Drajat..
Nyepi kali ini memasuki saka 1930 (Tahun Masehi -78 tahun). Ucapannya biasa aja kok..