Tradisi Med-medan di Bali
By Paket Tour Murah Bali & Jual Beli Properti Rumah, Tanah, Sewa /Kontrak Ruko, Apartemen Bali
Diskon GILA-GILAAN khusus BULAN INI !
Mau main watersport Tanjung Benoa SUPER MURAH dengan DISKON hingga 60%
KLIK DI SINI
Mau sewa mobil atau sepeda motor murah di Bali?
Tersedia aneka sepeda motor, Mobil Toyota alphard, Avanza, Karimun dll
KLIK DI SINI
Dalam perjalanan wisata kali ini, kita akan jalan-jalan ke wilayah Sesetan, Denpasar-Bali. Untuk menuju ke Sesetan tidak
begitu jauh dari pusat kota denpasar, yakni sekitar 7 kilometer ke arah selatan. Di Sesetan, setiap pergantian Tahun Caka (Nyepi) ada tradisi unik yakni med-medan.
Di tengah aktifitas kota Denpasar yang modern ternyata masyarakat masih menyimpan tradisi secara turun-temurun, salah satunya yakni med-medan yang dilaksanakan di Banjar Kaja Kelurahan Sesetan Denpasar Selatan. Med-medan dilaksanakan sehari setelah hari raya Nyepi atau disebut dengan Ngembak Geni.
Salah satu orang yang paling dicari terkait tradisi ini adalah I Gusti Ngurah Oka Putra, sesepuh/tetua Banjar Kaja. Sejumlah informasi mengenai asal-usul tradisi ini didapat, Tidak ada bukti tertulis yang memastikan kapan tepatnya tradisi ini mulai berlangsung. Yang sering dijadikan sebagai acuan adalah abad ke 17, meskipun tradisi ini bahkan bisa telah berlangsung jauh sebelum itu.
Sekitar pukul 15.00, Sekaa Teruna Satya Dharma Kerthi, Banjar Kaja Sesetan, berkumpul di halaman bale banjar. Mengawali tradisi unik ini, anggota sekaa teruna melakukan persembahyangan bersama mohon keselamatan atau kerahayuan kepada Ida Batara, sasuhunan yang berstana di Pura Banjar Kaja Sesetan.
Med-medan sendiri berasal dari kata omed-omedan yang artinya saling tarik. Sesuai namanya,tradisi unik ini yang diikuti puluhan teruna dan teruni itu diwarnai tarik-menarik. Para peserta yang mengenakan pakaian adat madya secara bergiliran dipertemukan dengan calon dari kelompok masing-masing untuk saling tarik dan berciuman.
Nah..bagi anda yang tertarik untuk mengikuti med-medan sebaiknya tahan dulu…karena omed omedan hanya dapat dilakukan bagi teruna teruni banjar Kaja saja…
Sebelum med-medan dimulai, jalan menuju ke Banjar sesetan di ditutup sejenak, konsentrasi selanjutnya tertuju pada jalan di depan BanjarKaja Sesetan.
Nah sebelum med-medan dimulai, jalan di depan banjar terlebih dahulu dibasahi, dan tak lama kemudian omed omedan akan segera dimulai….
Puluhan orang membagi diri menjadi dua kelompok — barisan laki-laki dan barisan perempuan.
Barisan laki-laki menuju arah utara dan perempuan arah selatan jalan. Ketika barisan sudah saling berhadapan, masing-masing kelompok menunjuk salah seorang anggota yang akan dipertemukan dengan lawan jenisnya. Setelah semuanya sepakat, kedua barisan memutar sekali, lanjut mempertemukan kedua pasangan tersebut.
Di situlah letak keunikannya. Sebelum berangkulan, mereka omed omedan atau saling tarik beberapa saat. Ketika sudah saling berpegangan atau berangkulan, pasangan itu kemudian diguyur air hingga basah kuyup.
Suasana gembira pun tercipta ketika peserta saling berhadap-hadapan untuk kemudian saling tarik. Apalagi jalannya acara itu dimeriahkan dengan riuhnya gamelan bleganjur, suasana pun tambah sumringah. Jalannya acara yang berlangsung sekitar dua jam itu mendapat apresiasi dari masyarakat.
Med-medan ini dulunya merupakan kebiasaan, tetapi sekarang disakralkan. Pada zaman penjajahan Belanda, med-medan ini juga pernah dilarang. Akan tetapi krama Banjar Kaja tetap melaksanakan secara sembunyi-sembunyi. Dulunya, med-medan selalu dilaksanakan pada saat Nyepi. Namun, sejak tahun 1979 ada pengumuman dari pemerintah bahwa pada hari raya Nyepi tidak diperkenankan mengadakan keramaian. Maka, tradisi unik ini akhirnya digelar sehari setelah Nyepi yakni pada ngembak geni-nya.
Med-medan juga sempat ditiadakan, tetapi peristiwa aneh pun terjadi. Dua ekor babi yang tidak diketahui asal-usulnya berkelahi di halaman pura banjar. Perkelahian dua babi itu sangat lama hingga keduanya mengeluarkan darah. Anehnya, babi-babi itu pun menghilang tanpa jejak. Sejak adanya peristiwa aneh itu, maka hingga sekarang med-medan pun selalu digelar.
Penggemar treveling, jika anda sedang berliburan menikmati kesunyian Pulau Bali…
Sumber : www.balitv.tv
Pencarian :,, med medan, MED-MEDAN, tradisi omed-omedan di bali, foto tradisi unik di bali, kebudayaan unik di bali, tradisi med medan, tradisi unik di baliKERJASAMA PEMASARASAN PROPERTYTags: berciuman, budaya unik bali, ciuman, med-medan, omed-omedan, pemuda-pemudi, sesetan, teknik berciuman, tradisi unik bali Kategori Budaya Bali
Anda memiliki property DI Bali yang dijual/disewakan? Anda sales property, agent property atau developer? Kami siap bekerjasama memasarkan property Anda melalui internet dengan puluhan website seperti www.baliapartemen.com, www.baliruko.com dan lain-lain dengan prinsip kejujuran. Hub. 081 238 23624
2 Komentar untuk artikel “Tradisi Med-medan di Bali”
Tulis Komentar





Wahh. . .
Brrr, . ,
Enak tuch. , . Tp syange cm bwt orang sna. . .
[...] sumber dari sini [...]