PROMO LIBURAN BALI 2012 - DISKON SPESIAL KHUSUS WISATA BALI 2012 - klik di sini
Powered by MaxBlogPress 





Peringatan Hari Ibu Pertama di Bali

By Paket Tour Murah Bali & Jual Beli Properti Rumah, Tanah, Sewa /Kontrak Ruko, Apartemen Bali

Diskon GILA-GILAAN khusus BULAN INI !
Mau main watersport Tanjung Benoa SUPER MURAH dengan DISKON hingga 60%
KLIK DI SINI


Mau sewa mobil atau sepeda motor murah di Bali?
Tersedia aneka sepeda motor, Mobil Toyota alphard, Avanza, Karimun dll
KLIK DI SINI


Share

ibu-dan-anak21

Hari Ibu yang jatuh tiap 22 Desember untuk pertama kalinya diperingati pada Sabtu, 23 Desember 1939, di Gedung Taman Siswa, Denpasar. Peringatan ini sengaja digeser ke malam Minggu agar para undangan bisa mengikuti resepsi peringatan secara leluasa.

Peringatan Hari Ibu pertama di Denpasar diprakarsai oleh organisasi Peroekoenan Isteri Denpasar (PID), sementara yang ditunjuk sebagai ketua panitia adalah Nyonya Ida Bagoes Geredeg. Acara peringatan dimeriahkan dengan pertunjukan musik. Informasi tentang peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan pertama kali di Denpasar ini bisa diketahui dari artikel berjudul “Peringatan Hari Iboe” yang dimuat majalah Djatajoe (terbit di Singaraja) edisi 25 Januari 1940. Artikel ini merupakan sambutan Nyonya Ida Bagoes Geredeg, yang dibacakan pada resepsi peringatan Hari Ibu.

Hari Ibu ditetapkan berdasarkan Kongres Wanita Indonesia di Yogyakarta, 22 Desember 1928, tepat dua bulan setelah Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 yang manghasilkan Sumpah Pemuda. Ini berarti, peringatan Hari Ibu di Denpasar tahun 1939, terlaksana 11 tahun sejak pertama kali dicetuskan. Tak jelas mengapa Hari Ibu tidak pernah dirayakan di Denpasar sebelum itu. Salah satu kemungkinan adalah karena ketatnya kontrol penjajah Belanda terhadap hal-hal yang berbau nasionalisme. Tumbuhnya semangat nasionalisme di Bali memang dihambat oleh Belanda.

Undangan yang hadir saat itu adalah wakil pemerintahan, wakil-wakil perkumpulan pers, Nyonya dan Tuan Soerjokoesoemo yang telah meminjami gedung Taman Siswa untuk lokasi peringatan, pimpinan kepanduan, dan sejumlah undangan lainnya. Acara peringatan mendapat dukungan dari kelompok seni modern yang menyumbangkan hiburan musik pada malam itu. Nyonya Ida Bagoes Geredeg mengakui bahwa peringatan Hari Ibu tak akan bisa berjalan tanpa dukungan berbagai pihak.

Jasa Ibu

Dalam pidatonya, Nyonya Ida Bagoes Geredeg mengungkapkan, bahwa peringatan Hari Ibu ditujukan semata-mata untuk menghormati jasa-jasa bagi kaum ibu. “Jasa-jasa kaum ibu dalam kehidupan tak ternilai harganya, sebab semua itu diperuntukkan bagi kepentingan dan kesejahteraan diri kita,” tulis Nyonya Ida Bagoes Geredeg. Dia menekankan jasa ibu banyak sekali, mulai dari mengandung, melahirkan, mendidik, dan mencari nafkah.

Nyonya Ida Bagoes Geredeg juga menyampaikan pesan-pesan mulia kepada kaum ibu. Pesan-pesan itu, misalnya, agar kaum ibu melaksanakan tapabrata, jangan gegabah dalam mengandung. Tujuannya jelas agar anak yang lahir mendapatkan keselamatan hidup. Selain itu, kaum ibu diharapkan teguh menjaga kesucian diri, dengan jalan berfikir, berkata, dan berbuat yang baik. Kaum ibu dilarang bertindak, berbuat, mendengar, melihat, dan memakan apa-apa yang tersebut kurang baik yang akan menodai atas kesucian dirinya.

Dalam pidatonya, Nyonya Ida Bagoes Geredeg menuturkan kisah Men Brayut, sebuah cerita tradisional Bali. Men Brayut memiliki anak 18 orang laki-perempuan. Karena keteguhan, ketabahan dan kesucain hatinya, Men Brayut dan Pan Brayut mampu mendewasakan anaknya sehingga berjasa dalam masyarakat. Bukan jumlah anak yang banyak itu yang hendak ditekankan saat membeberkan cerita Men Brayut, tetapi kesuksesannya mendewasakan anak-anaknya menjadi orang yang berguna bagi masyarakat.

Menjelang akhir pidatonya, dengan hati-hati Nyonya Ida Bagoes Geredeg menegaskan bahwa kalau dirinya menekankan peran penting ibu dalam keluarga, bukanlah berarti dia hendak meremehkan peran kaum bapak. “Bukan. Sebab, jasa-jasa kaum ayah juga besar,” ujarnya. Namun, tak lupa dia menjelaskan bahwa peringatan Hari Ibu perlu dikobarkan agar orang-orang selalu ingat akan jasa-jasa kaum ibu.

Sebagai penutup, Nyonya Ida Bagoes Geredeg, mengingatkan bahwa Hari Ibu dicanangkan untuk mempertinggi derajat kedudukan wanita sehingga bisa memberikan sumbangan dalam pembangunan Tanah Air. Jadi, selain menekankan peran penting kaum ibu di rumah tangga, peringatan Hari Ibu di Denpasar, juga mengandung propaganda politik nasionalisme.

sumber: http://sman7.cyberschooldps.net

Pencarian :,, hari ibu, acara galungan dibali akan dilaksanakan tanggal berapa di tahun 2012 ini, ibu ibu bali
KERJASAMA PEMASARASAN PROPERTY
Anda memiliki property DI Bali yang dijual/disewakan? Anda sales property, agent property atau developer? Kami siap bekerjasama memasarkan property Anda melalui internet dengan puluhan website seperti www.baliapartemen.com, www.baliruko.com dan lain-lain dengan prinsip kejujuran. Hub. 081 238 23624
Tags: , , , Kategori Budaya Bali




Tulis Komentar