Voucher Paket Wisata yang DIjual di e-kuta.com selain dgn BOOKING ONLINE, bisa dibeli di outlet SPESIAL SAMBAL mister lele (MLSS) , klik di sini
Powered by MaxBlogPress  

Makna Penjor Galungan

By Kenzie Kayana , Tari Barong Batubulan , Tanjung Benoa Watersport dan Bali Rafting Murah

PROMO MURAH OKTOBER - NOVEMBER - DESEMBER 2014VOUCHER DISKON (HARGA E-KUTA.COM)
Watersport Tanjung Benoa Rp. 200.000 85.000 /orang
Ayung Rafting Rp. 450.000 275.000 /orang
Telaga Waja RaftingRp.450.000 275.000/orang
Quicksilver CruiseRp. 850.000 645.000 /orang
Bounty CruiseRp.860.000 610.000 /orang
Bali Hai CruisesRp.920.000 830.000 /orang
Sunset Dinner Cruise (romantic dinner) Rp.600.000 420.000 /orang
Seawalker Tanjung BenoaRp.650.000 405.000 /orang
Marine Walk Nusa Lembongan Rp.750.000 615.000 /orang
Sewa Mobil Avanza + Driver (tanpa BBM)Rp.300.000 275.000 /10 jam
Scuba DivingRp.500.000 300.000 /orang
Odyssey SubmarineRp.800.000 545.000 /orang
Tour Pulau PenyuRp.650.000 350.000 /10 orang
Seafood Pantai JimbaranRp.275.000 135.000 /paket
Bali Bird ParkRp.120.000 85.000 / orang
Naik Unta (Camel Safari)Rp.400.000 280.000 /orang
Naik Gajah (Elephant Safari)Rp.700.000 560.000 / orang
Tiket tari Kecak UluwatuRp.120.000 90.000 / orang
Tiket Tari Barong BatubulanRp.120.000 70.000 / orang
Tiket Perahu Dolphin Lovina (Lumba-Lumba)Rp.200.000 100.000 / orang
Paket Spa BaliRp.400.000 220.000 / orang
Paket Tour Seafood Jimbaran KecakRp.600.000 495.000 / orang
Fast Boat ke LombokRp.520.000 420.000 / orang
BOOK NOW >>>BOOK NOW >>>

Share

Makna Penjor Galungan

Umat Hindu dari jaman dahulu sampai sekarang bahkan sampai nanti dalam menghubungkan diri dengan Ida Sanghyang Widi Wasa memakai symbol-simbol. Dalam Agama Hindu simbol dikenal dengan kata niasa yaitu sebagai pengganti yang sebenarnya. Bukan agama saja yang memakai simbol, bangsa pun memakai simbol-simbol. Bentuk dan jénis simbol yang berbeda namun mempunyai fungsi yang sama.

Dalam upakara terdiri dari banyak macam material yang digunakan sebagai simbol yang penuh memiliki makna yang tinggi, dimana makna tersebut menyangkut isi alam (makrokosmos) dan isi permohonan manusia kehadapan Ida Sanghyang Widi Wasa. Untuk mencapai keseimbangan dari segala aspek kehidupan seperti Tri Hita Karana.

Masyarakat di Bali sudah tidak asing lagi dengan penjor. Masyarakat mengenal dua (2) jenis penjor, antara lain Penjor Sakral dan Penjor hiasan. Merupakan bagian dari upacara keagamaan, misalnya upacara galungan, piodalan di pura-pura. Sedangkan pepenjoran atau penjor hiasan biasanya dipergunakan saat adanya lomba desa, pesta seni dll. Pepenjoran atau penjor hiasan tidak berisi sanggah penjor, tidak adanya pala bungkah/pala gantung, porosan dll. Penjor sakral yang dipergunakan pada waktu hari raya Galungan berisi sanggah penjor, adanya pala bungkah dan pala gantung, sampiyan, lamak, jajan dll.

Definisi Penjor menurut I.B. Putu Sudarsana dimana Kata Penjor berasal dari kata “Penjor”, yang dapat diberikan arti sebagai, “Pengajum”, atau “Pengastawa”, kemudian kehilangan huruf sengau, “Ny” menjadilah kata benda sehingga menjadi kata, “Penyor” yang mengandung maksud dan pengertian, ”Sebagai Sarana Untuk Melaksanakan Pengastawa”.

Umat Hindu di Bali pada saat hari raya Galungan pada umumnya membuat penjor. Penjor Galungan ditancapkan pada Hari Selasa/Anggara wara/wuku Dungulan yang dikenal sebagai hari Penampahan Galungan yang bermakna tegaknya dharma. Penjor dipasang atau ditancapkan pada lebuh didepan sebelah kanan pintu masuk pekarangan. Bila rumah menghadap ke utara maka penjor ditancapkan pada sebelah timur pintu masuk pekarangan. Sanggah dan lengkungan ujung penjor menghadap ke tengah jalan. Bahan penjor adalah sebatang bambu yang ujungnya melengkung, dihiasi dengan janur/daun enau yang muda serta daun-daunan lainnya (plawa). Perlengkapan penjor Pala bungkah (umbi-umbian seperti ketela rambat), Pala Gantung (misalnya kelapa, mentimun, pisang, nanas dll), Pala Wija (seperti jagung, padi dll), jajan, serta sanggah Ardha Candra lengkap dengan sesajennya. Pada ujung penjor digantungkan sampiyan penjor lengkap dengan porosan dan bunga. Sanggah Penjor Galungan mempergunakan Sanggah Ardha Candra yang dibuat dari bambu, dengan bentuk dasar persegi empat dan atapnya melengkung setengah lingkaran sehingga bentuknya menyerupai bentuk bulan sabit.

Tujuan pemasangan penjor adalah sebagai swadharma umat Hindu untuk mewujudkan rasa bakti dan berterima kasih kehadapan Ida Sanghyang Widi Wasa. Penjor juga sebagai tanda terima kasih manusia atas kemakmuran yang dilimpahkan Ida Sang Hyang Widi Wasa. Bambu tinggi melengkung adalah gambaran dari gunung yang tertinggi sebagai tempat yang suci. Hiasan yang terdiri dari kelapa, pisang, tebu, padi, jajan dan kain adalah merupakan wakil-wakil dari seluruh tumbuh-tumbuhan dan benda sandang pangan yang dikarunia oleh Hyang Widhi Wasa.

Penjor Galungan adalah penjor yang bersifat relegius, yaitu mempunyai fungsi tertentu dalam upacara keagamaan, dan wajib dibuat lengkap dengan perlengkapan-perlengkapannya.

Dilihat dari segi bentuk penjor merupakan lambang Pertiwi dengan segala hasilnya, yang memberikan kehidupan dan keselamatan. Pertiwi atau tanah digambarkan sebagai dua ekor naga yaitu Naga Basuki dan Ananta bhoga. Selain itu juga, penjor merupakan simbol gunung, yang memberikan keselamatan dan kesejahteraan. Hiasan-hiasan adalah merupakan bejenis-jenis daun seperti daun cemara, andong, paku pipid, pakis aji dll. Untuk buah-buahan mempergunakan padi, jagung, kelapa, ketela, pisang termasuk pala bungkah, pala wija dan pala gantung, serta dilengkapi dengan jajan, tebu dan uang.

Oleh karena itu, membuat sebuah penjor sehubungan dengan pelaksanaan upacara memerlukan persyaratan tertentu dalam arti tidak asal membuat saja, namun seharusnya penjor tersebut sesuai dengan ketentuan Sastra Agama, sehingga tidak berkesan hiasan saja. Sesungguhnya unsur-unsur penjor tersebut adalah merupakan symbol-simbol suci, sebagai landasan peng-aplikasian ajaran Weda, sehingga mencerminkan adanya nilai-nilai etika Agama. Unsur-unsur pada penjor merupakan simbol-simbol sebagai berikut:
– Kain putih yang terdapat pada penjor sebagai simbol kekuatan Hyang Iswara.
– Bambu sebagai simbol dan kekuatan Hyang Brahma.
– Kelapa sebagai simbol kekuatan Hyang Rudra.
– Janur sebagai simbol kekuatan Hyang Mahadewa.
– Daun-daunan (plawa) sebagai simbol kekuatan Hyang Sangkara.
– Pala bungkah, pala gantung sebagai simbol kekuatan Hyang Wisnu.
– Tebu sebagai simbol kekuatan Hyang Sambu.
– Sanggah Ardha Candra sebaga: simbol kekuatan Hyang Siwa.
– Upakara sebagai simbol kekuatan Hyang Sadha Siwa dan Parama Siwa.

Didalam Lontar “Tutur Dewi Tapini, Lamp. 26”, menyebutkan sebagai berikut :
“Ndah Ta Kita Sang Sujana Sujani, Sira Umara Yadnva, Wruha Kiteng Rumuhun, Rikedaden Dewa, Bhuta Umungguhi Ritekapi Yadnya, Dewa Mekabehan Menadya Saraning Jagat Apang Saking Dewa Mantuk Ring Widhi, Widhi Widana Ngaran Apan Sang Hyang Tri Purusa Meraga Sedaging Jagat Rat, Bhuwana Kabeh, Hyang Siwa Meraga Candra, Hyang Sadha Siwa Meraga “Windhune”, Sang Hyang Parama Siwa Nadha, Sang Hyang Iswara Maraga Martha Upaboga, Hyang Wisnu Meraga Sarwapala, Hyang Brahma Meraga Sarwa Sesanganan, Hyang Rudra Meraga Kelapa, Hyang Mahadewa Meraga Ruaning Gading, Hyang Sangkara Meraga Phalem, Hyang Sri Dewi Meraga Pari, Hyang Sambu Meraga Isepan, Hyang Mahesora Meraga Biting (IB. PT. Sudarsana, 61; 03)
WHD No. 478 Nopember 2006.

Dikutip dari www.parisada.org

  • makna penjor
  • makna galungan
  • makna penjor di bali
  • makna penjor galungan
  • makna penjor saat galungan
  • perbedaan antara janur dan pejor dalam seni
    Mengapa memilih PT. BALI RC BERJAYA / Ekuta Holiday sebagai partner liburan di Bali?
    - Berpengalaman. Tim PT BALI RC BERJAYA / Ekuta Holiday telah berpengalaman melayani ribuan customer baik dari wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara
    - Transaksi aman. Semua pembayaran ke rekening e-kuta.com via bank transfer, kartu kredit (Paypal) sangat aman. Semua menggunakan akun perusahaan (bukan pribadi)
    - Pelayanan ramah dan professional
    - Harga kompetitif. Selain harga lebih murah, tetapi kami lebih mengutamakan kualitas pelayanan. Kami selalu memilih provider seperti rafting yang memiliki fasilitas yang bagus, pelayanan ok. Percayalah, harga selalu berbanding lurus dengan pelayanan.
    - Terlengkap. Ekuta melayani pembelian voucher sewa mobil hingga tiket pertunjukan seni Bali seperti tari Kecak atau Barong
    - Alternatif pembayaran banyak.Selain pembayaran via bank transfer atau paypal, bisa juga melalui western union, kantor pos atau membayar langsung di semua outlet Spesial Sambal Mister Lele (rumah makan favorit di Bali). Info outlet di www.misterlele.com atau www.spesialsambal.net
    - Pelayanan supir / driver on time. Khusus pelayanan sewa mobil Bali di e-kuta.com, pelayanan supir selain ramah dan profesional, juga mengedepankan on time atau tepat waktu.
    - Sewa Mobil Mewah di Bali. Kami juga melayani client-client VIP seperti dari pimpinan perusahaan, pejabat dll dengan berbagai pilihan kendaraan mewah seperti Toyota Fortuner, Toyota Alphard, camry, BMW x5, Smart for two, Mini cooper, Mercy, Rubicon, Hummer dll baik untuk keperluan liburan, bisnis, wedding / prewedding maupun konferensi.

    Tags: , , Kategori Budaya Bali, Tradisi




    5 Komentar untuk artikel “Makna Penjor Galungan”

    1. Made Erawan berkomentar :

      Nice blog duh jadi pengen belajar ngeblog terus ni biar bisa kaya gini,…

    2. jaya berkomentar :

      dalam pejor ada dikatakan lamak.apa pengertian,fungsi,dan makna lamak dalam penjor dan upacara2 agama hindu?????

    3. bisena berkomentar :

      matur suksma atas informasinya. dan ini sangat memberikan pengetahuan bagi saya sebagai umat hindu

    4. henny oemardy berkomentar :

      tks infonya.
      Selamat Hari Raya Galungan untuk Saudara2 Hindu…

    5. Made Edy Djati berkomentar :

      Bagus sekali blog ini bisa meperkenalkan budaya umat Hindu, agar kita bisa saling menghormati.. Rahajeng Galungan sareng sinamian Dumugi rahajeng LAN Rahayu.. & Gong Xi fa cai” buat saudara kita yg merayakan!

    Tulis Komentar