Pragmentari Palegongan “WATU GUNUNG” Tampil di PKB
By Paket Tour Murah Bali & Jual Beli Properti Rumah, Tanah, Sewa /Kontrak Ruko, Apartemen Bali
Diskon GILA-GILAAN khusus BULAN INI !
Mau main watersport Tanjung Benoa SUPER MURAH dengan DISKON hingga 60%
KLIK DI SINI
Mau sewa mobil atau sepeda motor murah di Bali?
Tersedia aneka sepeda motor, Mobil Toyota alphard, Avanza, Karimun dll
KLIK DI SINI
www.e-kuta.com – Pragmentari palegongan dengan judul “Watu Gunung” yang di bawakan sanggar Pelangi Nusantara Denpasar pimpinan I Ketut Arcana ini, selasa malam (23/6) tampil di PKB XXXI. Judul ini diangkat dari kisah seorang anak yang bernama watu gunung. Yang dimana anak ini memiliki kelakuan yang sangat beringas. Kisah pragmentari pelegongan ini sangat menarik. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya penonton yang datang untuk menyaksikan pertunjukan pragmentari pelegongan ini. Bukan saja masyarakat lokal, dari kalangan wisatawan mancanegara juga turut menyaksikan pagelaran pragmentari palegongan ini.
Lebih lanjut I Ketut Arcana yang di temui sebelum pementasan mengatakan watu gunung kisah dari kerajaan Mandala Giri yang dimana raja memiliki dua isteri. Karena lama tidak memiliki anak sang raja akhirnya pergi kegunung. Kedua istri sang raja mengikuti jejak sang raja pergi kegunung. Digunung yang sangat indah akhirnya salah satu dari istri sang raja hamil dan melahirkan seorang anak berbadan besar, berkulit hitam, dan lama kelamaan anak yang diberi nama Watu Gunung ini memiliki kelakuan yang bringas. Karena kebringasannya ibunya memukul kepala watu gunung. Watu gunung pun pergi dan menunjukan kekuatannya menaklukkan 27 kerajaan. Tinggal lagi satu kerajaan yang tidak bisa Ia taklukan yaitu kerajaan Mandala Giri. Di kerajaan Mandala Giri Watu Gunung bertemu ibunya dan menikah dengan ibunya. Setelah ibunya tahu bahwa yang dinikahinya itu anaknya akhirnya ibunya mencari akal dan memerintahkan Watu Gunung untuk mencari paru-paru Dewa Wisnu. Ia bertemu Dewa
Wisnu dan Dewa Wisnu mengiyakan permintaan Watu Gunung tapi dengan syarat Dewa Wisnu meminta leher Watu Gunung. Dewa Siwa bersabda. Watu gunung tidak bisa dibunuh tidak siang, dan tidak malam akhirnya Dewa Wisnu berubah menjadi seekor naga dan mematok kepala Watu Gunung pada waktu senja hari akhirnya Watu Gunung terbunuh.
Sebelum menampilkan pragmentari Watu Gunung sanggar ini mengawali pementasannya dengan menampilkan tabuh “Bintang Siang”. Menurut I Ketut Arcana tabuh ini merupakan tabuh petegak. Atau lagu yang dipergunakan sebagai ilustrasi pada acara-acara tertentu sebelum acara resmi dimulai. Selain menampilkan tabuh bintah siang sanggar ini juga menampilkan tari penyambutan “Puspa Kencana”. I Ketut Arcana mengatakan tari ini terinspirasi oleh tingkah laku para gadis yang sedang menghias diri dalam mempersiapkan persembahan upacara yang akan dihaturkan kepada Tuhan. (Pur)
Sumber : www.denpasarkota.go.id
Pencarian :,, kontraktor watu gunung di baliKERJASAMA PEMASARASAN PROPERTYTags: denpasar, pesta kesenian bali, PKB Kategori Berita Bali
Anda memiliki property DI Bali yang dijual/disewakan? Anda sales property, agent property atau developer? Kami siap bekerjasama memasarkan property Anda melalui internet dengan puluhan website seperti www.baliapartemen.com, www.baliruko.com dan lain-lain dengan prinsip kejujuran. Hub. 081 238 23624
Tulis Komentar




