Bupati Jembrana, I Putu Artha Hadiri Piodalan Di Pura Ratu Gede Mpu Jagat
By Paket Tour Murah Bali & Jual Beli Properti Rumah, Tanah, Sewa /Kontrak Ruko, Apartemen Bali
Diskon GILA-GILAAN khusus BULAN INI !
Mau main watersport Tanjung Benoa SUPER MURAH dengan DISKON hingga 60%
KLIK DI SINI
Mau sewa mobil atau sepeda motor murah di Bali?
Tersedia aneka sepeda motor, Mobil Toyota alphard, Avanza, Karimun dll
KLIK DI SINI
www.e-kuta.com – Warga masyarakat kelurahan Sangkaragung kecamatan Jembrana menggelar pujawali di pura Khayangan Swa Guna Ratu Gede Mpu Jagat. Rangkaian karya diawali dengan melastii/ngider desa dan pengeresikan, Jumat(1/4). Sehari menjelang puncak karya piodalan itu, Sabtu(2/4).
Meski sempat diguyur hujan, rupanya tidak menjadi alasan krama desa pekraman Sangkaragung untuk tangkil ke pura yang dirintis sejak tahun 1965 itu. Termasuk Bupati Jembrana, I Putu Artha.
Kedatangan Artha yang didampingi istri, Ny. Ari Sugianti Artha dan ketua DPRD, I Ketut Sugiasa juga bersama istrinya, sebelum melakukan pengubhaktian(persembahyangan), sempat menyaksikan beragam atraksi kesenian diantaranya tari jegong yang ditampilkan oleh para teruna teruni setempat.
Ketua panitia, I Wayan Madiasa mengatakan, piodalan ini dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. “Seteiap tumpek wayang kita disini menggelar pujawali Ida Betara yang jatuhnya setiap ngenem sasih(6 bulan-red), “ungkapnya.
Madiasa juga mengaku, kalau piodalan di pura Khayangan Swa Guna Ratu Gede Mpu Jagat ini menelan dana Rp. 10 juta. “Meskipun kita urunan hanya sebesar sepuluh ribu rupiah setiap KK untuk 300 KK yang ada di desa Pekraman ini, namun kenyataannya, kita tidak pernah sampai mines. Bahkan donatur –donatur dari luar desa juga banyak berdatangan setiap pujawali disini. Makanya setiap selesai piodalan pasti pembangunan jalan terus, “ujarnya.
Ketika ditanya soal kehadiran para donatur dari luar itu, Madiasa yang juga kelian adat Banjar Pekraman setempat mengaku, Pura Ratu Gede Mpu Jagat memiliki karisma yang sangat luar biasa. “Tapakan Ida betara adalah “barong”. Bermacam-macam bisa kita mohonkan disini, apalagi masalah taksu untuk kesenian. Makanya sekitar tahun 1965 sampai tahun 80-an barong Sangkaragung pernah berjaya di Jembrana. Akibatnya, banyak warga yang mesesangi(kaul-red) agar bisa “ngundang”(mendatangkan) barong kami ke tempat mereka itu melakukan hajatan. Mungkin masyarakat yang me-sesangi itu belum bisa terbayar tak jarang dari keluarga itu datang kesini(di Pura ini-red) untuk membayar sesanginya. Padahal sesanginya itu ada yang sudah sekitar tahun 1965, ya.. pokoknya banyak sekali yang datang, katanya dia dulu mesesangi ngundang barong kami ini, “ jelasnya.
Lantaran tapakan Ida Betara “barong” sudah melinggih kata Mudiasa, segala aktipitas ke masyarakat dihentikan. “Ya.. itu sebabnya kita tidak lagi tampilkan barong ini saat warga menggelar yadnya. Namun roh atau taksu Ida sangat luar biasa. Yang jelas apapun yang kita mohonkan dengan rasa tulus pasti bisa terkabulkan, “ujarnya.
Sebelum menghaturkan bhakti di pura Khayangan Swa Guna Ratu Gede Mpu Jagat, Bupati Artha dan kedua DPRD, Sugiasa juga sempat menghaturkan bhakti di pura Khayangan Jagat Majapahit kecamatan Negara.(Ekawiasa/Humas Jembrana).
Sumber : www.jembranakab.go.id
KERJASAMA PEMASARASAN PROPERTYTags: bupati jembrana, i putu artha, jembrana, pura Khayangan Swa Guna Ratu Gede Mpu Jagat, sangkaragung Kategori Berita Bali
Anda memiliki property DI Bali yang dijual/disewakan? Anda sales property, agent property atau developer? Kami siap bekerjasama memasarkan property Anda melalui internet dengan puluhan website seperti www.baliapartemen.com, www.baliruko.com dan lain-lain dengan prinsip kejujuran. Hub. 081 238 23624
Tulis Komentar




