Bali Siapkan Langkah Penanggulangan Banjir
By Paket Tour Murah Bali & Jual Beli Properti Rumah, Tanah, Sewa /Kontrak Ruko, Apartemen Bali
Diskon GILA-GILAAN khusus BULAN INI !
Mau main watersport Tanjung Benoa SUPER MURAH dengan DISKON hingga 60%
KLIK DI SINI
Mau sewa mobil atau sepeda motor murah di Bali?
Tersedia aneka sepeda motor, Mobil Toyota alphard, Avanza, Karimun dll
KLIK DI SINI
Banjir besar yang melanda sebagian Kota Denpasar dan Badung pada minggu kedua Januari 2009 merupakan mimpi buruk bagi masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali. Banjir yang baru pertama kali terjadi dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih itu tidak diharapkan lagi terjadi di Bali karena dapat merusak citra pariwisata Bali. Untuk tujuan tersebut, Rabu siang, 18 Februari 2009, Wagub Puspayoga didampingi Kadis PU I Gusti Nyoman Sura Adnyana dan Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Putu Suardhika dan sejumlah staf melakukan peninjauan ke sejumlah titik lokasi yang potensial dijadikan pengendali banjir.
Karo Humas dan Protokol I Putu Suardhika mengemukakan, titik lokasi yang ditinjau adalah Dam Buagan, Tukad Teba, Tukad Mati, Dam Uma Dwi, Dam Ulun Tanjung dan sejumlah jembatan di Jalan Gunung Soputan dan Jalan Gunung Tangkuban Prahu. Dari peninjauan tersebut, diperoleh sejumlah alternatif.
Pertama, Pemerintah Provinsi Bali bersinergi dengan Pemerintah Kota Denpasar membangun sodetan untuk menyalurkan kelebihan volume air dari Tukad Teba di Jalan Imam Bonjol ke Tukad Badung melalui Jalan Dam Tukad Badung sepanjang 300 meter dengan lebar sekitar 3 meter.
Kedua, Pemprov. Bali bekerja sama dengan Pemkot. Denpasar dan Pemkab. Badung membangun saluran drainase sepanjang kurang lebih 4 km untuk menyalurkan kelebihan volume air pada saat hujan deras.
Ketiga, Dam Ulun Tanjung – Badung yang sudah tidak berfungsi akan dibongkar. Pembongkaran dilakukan karena lahan Subak sudah habis beralih fungsi menjadi kawasan permukiman penduduk. Lebih-lebih keberadaan dam tersebut menghambat laju aliran air dari Tukad Mati menuju laut.
Keempat, beberapa jembatan di Jalan Gunung Soputan dan Jalan Gunung Tangkuban Perahu akan dibangun lebih tinggi dan lebih lebar, sementara sejumlah dam di daerah aliran sungai Pangkung Moding, Tukad Mati dan Uma Dwi direncanakan untuk diperbaiki untuk disesuaikan kemampuannya mengalirkan air pada saat hujan lebat.
Di sela-sela peninjauan, Wagub Puspayoga mengatakan, banjir besar pada Sabtu, 11 Januari 2009, tidak boleh terjadi lagi. Pemerintah Provinsi Bali akan menggandeng Pemkab. Badung dan Pemkot. Denpasar untuk melakukan langkah-langkah penanggulangan. Pemerintah Pusat dikabarkan siap memberikan bantuan besar untuk tujuan tersebut.
“(Pekerjaan) ini,” demikian Puspayoga,”harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Saya minta supaya dibuatkan kajian yang bagus dan komprehensif,” imbuhnya. Mantan Walikota Denpasar ini menambahkan, jangan sampai banjir seperti 11 Januari 2009 terulang lagi di kemudian hari. “Malu kita ini,” ingat Wagub.
Kadis PU Sura Adnyana mengemukakan, siap menindaklanjuti arahan Wagub. Menurut dia, beberapa kajian telah dilakukan. Sebagian bahkan sudah siap dilaksanakan di lapangan pada tahun 2009 ini. Beberapa titik pengendali banjir seperti pengangkatan jembatan di Jalan Gunung Soputan dan Jalan Gunung Tangkuban Perahu diupayakan untuk dipiroritaskan. “Oleh karena anggaran turunnya bertahap, pengerjaan juga akan dilakukan secara bertahap,” jelas Sura Adnyana.
Sumber : www.baliprov.go.id
Pencarian :,, bali bangir, bali post berita banjir denpasar 2009, Banjir di baliKERJASAMA PEMASARASAN PROPERTYTags: penanganan banjir bali, rawan banjir bali Kategori Berita Bali
Anda memiliki property DI Bali yang dijual/disewakan? Anda sales property, agent property atau developer? Kami siap bekerjasama memasarkan property Anda melalui internet dengan puluhan website seperti www.baliapartemen.com, www.baliruko.com dan lain-lain dengan prinsip kejujuran. Hub. 081 238 23624
Tulis Komentar




