PROMO LIBURAN BALI 2012 - DISKON SPESIAL KHUSUS WISATA BALI 2012 - klik di sini
Powered by MaxBlogPress 





Asal Tidak Diklaim, Tari Pendet Dapat Ditayangkan untuk Promosi Pariwisata

By Paket Tour Murah Bali & Jual Beli Properti Rumah, Tanah, Sewa /Kontrak Ruko, Apartemen Bali

Diskon GILA-GILAAN khusus BULAN INI !
Mau main watersport Tanjung Benoa SUPER MURAH dengan DISKON hingga 60%
KLIK DI SINI


Mau sewa mobil atau sepeda motor murah di Bali?
Tersedia aneka sepeda motor, Mobil Toyota alphard, Avanza, Karimun dll
KLIK DI SINI


Share

Budpar.go.id – Direktur Promosi Luar Negeri, Ditjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) Prof.DR. I Gde Pitana mengatakan, tari pendet dalam iklan Visit Malaysia Year  dapat ditayangkan sepanjang seni budaya asli Bali itu tidak diklaim sebagai milik  Malaysia.

“Kita harus melihat konteks masalahnya. Karena dalam iklan pariwisata  kita juga sering tampilkan Barongsai, sebagai daya tarik bahwa di Indonesia juga ada atraksi Barongsai. Tetapi kita tidak pernah mengklaim Barongsai  itu milik Indonesia, melainkan seni budaya itu berasal dari Cina,” kata I Gde Pitana di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Jumat (21/8). I Gde Pitana menjelaskan hal itu menyusul gencarnya pemberitaan mengenai digunakan tari pendet Bali dalam iklan  Visit Malaysia Year .

Menurut Pitana, tarian Pendet merupakan seni budaya asli Bali dengan demikian Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)-nya adalah milik masyarakat Bali. “Mengenai perlindungan HAKI atau Intellectual Property Rights  bidang seni budaya,  Depbudpar bersama Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham)  telah melakukan nota kesepahaman (MoU), “kata Pitana seraya mengatakan, dengan adanya MoU itu diharapkan masing-masing daerah rajin untuk mendaftarkan karya seni budaya baik milik perorangan atau masyarakat ke Depkumham untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Seperti diketahui di penghujung tahun 2007 Malaysia pernah menggunakan  lagu Rasa Sayange untuk jingle  kampanye Visit Malaysia Year yang kemudian mendapat protes keras dari masyarakat Indonesia.  Terkait dengan hal itu Menteri Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia Rais Yatim dalam pertemuan dengan Menbudpar Jero Wacik ketika itu menegaskan bahwa Malaysia tidak pernah mengklaim lagu Rasa Sayange yang dijadikan jingle itu adalah milik Malaysia. (Pusformas)

KERJASAMA PEMASARASAN PROPERTY
Anda memiliki property DI Bali yang dijual/disewakan? Anda sales property, agent property atau developer? Kami siap bekerjasama memasarkan property Anda melalui internet dengan puluhan website seperti www.baliapartemen.com, www.baliruko.com dan lain-lain dengan prinsip kejujuran. Hub. 081 238 23624
Tags: , Kategori Berita Bali




Tulis Komentar