“Agresi” Kontraktor Asing ke Bali sulit dibendung
By Paket Tour Murah Bali & Jual Beli Properti Rumah, Tanah, Sewa /Kontrak Ruko, Apartemen Bali
Diskon GILA-GILAAN khusus BULAN INI !
Mau main watersport Tanjung Benoa SUPER MURAH dengan DISKON hingga 60%
KLIK DI SINI
Mau sewa mobil atau sepeda motor murah di Bali?
Tersedia aneka sepeda motor, Mobil Toyota alphard, Avanza, Karimun dll
KLIK DI SINI
Bisnisbali.com – Saat ini agresi kontraktor asing ke Bali makin sulit dibendung. Akibatnya kontraktor lokal makin tersaingi.
Dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan teknologi kontraktor asing lebih unggul, sehingga lebih mudah menarik simpati pengguna jasa.
Akankah kontraktor lokal jadi penonton di daerah sendiri? Berikut laporan BisnisBali. SEJUMLAH proyek infrastruktur telah digarap kontraktor asing. Salah satunya, proyek DSDP yang digarap kontraktor Jepang. Ini satu bukti kontraktor asing memiliki daya saing tinggi untuk merebut proyek-proyek baik yang dikucurkan dari APBN/APBD, maupun swasta.
‘’Ini ancaman bagi kontraktor lokal jika tak mau segera berbenah. Kemampuan mereka ini perlu ditiru dan dipelajari sehingga ke depan dalam menghadapi persaingan sektor jasa konstruksi di era sejagat ini, kontraktor lokal tak kecut nyalinya dan hanya jadi penonton di daerah sendiri,’’ ujar Ketua DPC Gapensi Denpasar, Ir. Nyoman Suwarjana, Kamis (19/2) kemarin.
Dikatakan, tantangan berat masuknya kontraktor asing ke Bali harus mendapat perhatian serius kalangan kontraktor yang tergabung di asosiasi profesi dalam hal ini Gapensi, dan lainnya guna berbenah diri. Apakah itu meningkatkan SDM dengan pelatihan-pelatihan di bidang konstruksi secara kontinu, atau bekerja sama dengan kontraktor asing untuk tujuan lebih besar, yakni menimba ilmu dari mereka.
‘’Di era sejagat ini, pemerintah sulit melarang masuknya kontraktor asing. Tapi dengan memberikan proteksi kepada kontraktor lokal, baik dukungan moril dan kemudahan-kemudahan berupa pajak, bantuan modal dari perbankan, maupun perizinan akan sangat membantu dalam rangka meningkatkan daya saing kontraktor lokal sebagai salah satu ujung tombak pembangunan daerah,’’ tambahnya seraya mengatakan, peningkatan kemampuan kontraktor lokal bukan saja bersifat teknis, namun juga nonteknis, seperti pemahaman tentang teknologi informasi (internet) untuk memudahkan kontraktor dalam mengakses setiap informasi tender proyek nasional maupun internasional, perihal perpajakan, maupun meningkatkan kemampuan human relations, membina hubungan baik dengan kalangan pemodal asing, pemegang kebijakan, juga dengan kontraktor asing, dengan tujuan ketika adanya tender-tender proyek internasional dapat ikut diberikan kepercayaan (ngesub) menggarap bagian-bagian tertentu dari proyek tersebut.
‘’Kesempatan ngesub dengan kontraktor asing dapat dimanfaatkan untuk mencuri ilmu, sekaligus kesempatan untuk unjuk kemampuan sehingga nantinya dapat diberikan kepercayaan lebih besar,’’ imbuh Suwarjana yang sekaligus Dirut PT Slipi Raya Utama dan saat ini tengah dipercaya menggarap proyek Bandara Internasional Loteng.
Sebelumnya, salah seorang kontraktor yang juga Ketua Apersi Bali, Drs. Ketut Sugita, mengungkapkan, kendati pemerintah sulit membendung masuknya kontraktor asing, dari sisi pajak dan lainnya bisa ditingkatkan. Sedikit tidaknya akan menjadi perhatian mereka sebelum masuk Bali. Untuk pemberdayan kontraktor lokal sudah tentu pemerintah dapat meningkatkan porsi proyek-proyek infrastruktur.
‘’Saya akui, dari sisi kemampuan kontraktor asing memang lebih unggul, baik dari sisi finansial, peralatan maupun penguasaan teknologi. Namun kontraktor lokal jangan merasa tak mampu, karena sampai saat ini masih ada beberapa kontraktor lokal yang sudah mampu bermain di tingkat internasional.
Jumlahnya memang kecil, namun jika dapat diikuti kontraktor-kontraktor lokal lainnya, maka saya yakin persaingan dengan kontraktor asing jadi hal biasa saja,’’ katanya.
Ketua BPD Gapensi Bali, Ir. Made Dwipa Kusuma juga mengatakan, kontraktor Bali memang harus berbenah, karena ke depan mereka bukan saja dituntut mampu unggul di daerah sendiri, namun juga mampu melakukan agresi di tingkat nasional dan internasional.
Caranya, profesionalisme dalam pelayanan harus makin ditingkatkan. Di dalamnya menyangkut, kemahiran dalam teknis konstruksi, kecepatan dan ketepatan waktu, kualitas proyek dan mampu mengembangkan jaringan pasar yang kuat, sehingga dalam situasi sesulit apa pun bisa tetap eksis.
Ketua Umum DPP Gapensi Ir. Suharsoyo baru-baru ini di Denpasar menyebutkan, besarnya porsi dana untuk proyek infrastruktur dari APBD maupun APBN, 2009 yakni 168 trilyun maka pembangunan sektor konstruksi dapat dipastikan makin berkibar. Proyek-proyek pemerintah dan swasta makin bersaing sehingga para kontraktor dituntut profesionalismenya agar tak kalah saing dengan kontraktor asing.
Disadari, secara nasional berbagai kelemahan masih dimiliki sektor konstruksi. Terbukti dari 58.756. Anggota Gapensi di seluruh Indonesia, 88 persen di antaranya masih menduduki level 2, 3, dan 4. Tercatat 11 persen level 5, 6, sedangkan hanya 10 persen level 7, 8. Ke depan diperlukan pembinaan-pembinaan secara kontinu untuk bisa sejajar dengan kompetitor asing yang saat ini cukup banyak beroperasi di Indonesia dan Bali khususnya. * gun
Sumber : Bisnisbali.com
Pencarian :,, gapensi bali, laporan dsdp, nyoman suwarjanaKERJASAMA PEMASARASAN PROPERTYTags: aperi bali, bali kontraktor, dsdp, gapensi bali, kontraktor asing bali, proyek dsdp Kategori Bali Properti, Berita Bali
Anda memiliki property DI Bali yang dijual/disewakan? Anda sales property, agent property atau developer? Kami siap bekerjasama memasarkan property Anda melalui internet dengan puluhan website seperti www.baliapartemen.com, www.baliruko.com dan lain-lain dengan prinsip kejujuran. Hub. 081 238 23624
1 Komentar untuk artikel ““Agresi” Kontraktor Asing ke Bali sulit dibendung”
Tulis Komentar





Waduh……………………
pantesan sepi…………..