Konferensi dan Festival International Budaya Bali Utara
By Paket Tour Murah Bali & Jual Beli Properti Rumah, Tanah, Sewa /Kontrak Ruko, Apartemen Bali
Diskon GILA-GILAAN khusus BULAN INI !
Mau main watersport Tanjung Benoa SUPER MURAH dengan DISKON hingga 60%
KLIK DI SINI
Mau sewa mobil atau sepeda motor murah di Bali?
Tersedia aneka sepeda motor, Mobil Toyota alphard, Avanza, Karimun dll
KLIK DI SINI
www.e-kuta.com – Untuk menemukan kembali dan merevitalisasi warisan-warisan budaya Bali Utara terutama dalam seni pertunjukan menjadi tujuan diadakannya Konferensi dan Festival internasional Budaya Bali Utara di Hotel Banyualit, Lovina hari Kamis (30/07).
Hal itu yang dikatakan ketua panitia penyelenggara Putu Sutama, MPd dalam laporannya. Lanjut Putu Sutama mengatakan Konferensi dan Festival Internasional Budaya Bali Utara diselenggarakan selama empat hari, dengan jumlah peserta dalam konferensi ini sebanyak 130 orang diantaranya 51 orang pemakalah, 54 orang peserta biasa, 25 orang undangan dari dalam dan luar negeri.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Buleleng, Drs Putu Bagiada MM, dalam sambutannya mengatakan, seiring dengan kebijakan pemerintah Kabupaten Buleleng dalam pembangunan di bidang kebudayaan menjalankan pembinaan, penggalian, pelestarian, pengembangan dan promosi.
Pembinaan seni budaya dilakukan melalui pengarahan tatap muka langsung dengan masyarakat seniman dan budayawan serta pemberian stimulant, finansial setiap tahun secara bertahap, dan berkelanjutan dengan sasaran sembilan kecamatan dengan diajukan oleh masing-masing sekeha yang bersangkutan. Dalam penggalian sebagai salah satu upaya untuk mencari kembali sumber-sumber seni dan budaya yang dijiwai oleh agama hindu guna memperkuat serta memperkaya kebudayaan nasional.Dalam pelestarian, upaya untuk menjaga dan memelihara seni Budaya Bali Utara yang merupakan warisan budaya yang adi luhung. Pengembangan hendaknya terencana dan terarah agar seni dan budaya Bali Utara dapat tumbuh dan berkembang serta tidak lupa memperkenalkan seni dan budaya Bali Utara secara terus menerus. Sementara itu Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Pemasaran Luar Negeri Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Profesor I Gede Pitana, mengatakan bahwa masing-masing budaya mempunyai nilai yang merupakan adaptasi manusia terhadap lingkungan yang ada dan terbentuk dalam rentang sejarah yang panjang sehingga merupakan prinsip-prinsip kearifan lokal bagi suku/etnik yang bersangkutan. Konferensi ini diharapkan mampu menggali nilai-nilai kearifan lokal tersebut, yang menjadi salah satu ciri dari identitas etnik Bali khususnya Bali Utara. Acara tersebut berlangsung dari tanggal 30 Juli – 2 Agustus 2009 di Hotel Banyualit, Lovina. Turut hadir dalam Konferensi itu perwakilan Menteri Kebudayaaan dan Pariwisata RI (Direktur Pemasaran Luar Negeri), Gubernur Bali diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bali, Bupati Buleleng, Unsur Muspida Kabupaten Buleleng, Seniman dan Budayawan yang ada di Bali Utara, serta para pembicara dalam negeri dan luar negeri. Serta mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Bapak I Gede Ardika. (dwik)
Sumber : www.bulelengkab.go.id
KERJASAMA PEMASARASAN PROPERTYTags: bali festival, bali konferensi, banyualit hotel, lovina Kategori Bali event
Anda memiliki property DI Bali yang dijual/disewakan? Anda sales property, agent property atau developer? Kami siap bekerjasama memasarkan property Anda melalui internet dengan puluhan website seperti www.baliapartemen.com, www.baliruko.com dan lain-lain dengan prinsip kejujuran. Hub. 081 238 23624
Tulis Komentar




