Sejarah Bandar Udara Ngurah Rai
By Paket Tour Murah Bali & Jual Beli Properti Rumah, Tanah, Sewa /Kontrak Ruko, Apartemen Bali
Diskon GILA-GILAAN khusus BULAN INI !
Mau main watersport Tanjung Benoa SUPER MURAH dengan DISKON hingga 60%
KLIK DI SINI
Mau sewa mobil atau sepeda motor murah di Bali?
Tersedia aneka sepeda motor, Mobil Toyota alphard, Avanza, Karimun dll
KLIK DI SINI
Bandar Udara Ngurah Rai dibangun pada tahun 1931 dengan landasan dari rumput ditengah ladang dan pekuburan di desa Tuban. Kemudian pada tahun 1941 – 1947 diadakan perbaikan dan perpanjangan landasan menjadi 45 M x 1600 M dan diberi nama PELABUHAN UDARA TUBAN karena berlokasi di desa Tuban.
Pada tahun 1949 mulai dibangun gedung terminal dan fasilitas penerbangan lainnya. Sedangkan pelayanan penerbangan internasional di mulai sejak tahun 1959 dan pengakuan dari ICAO (International Civil Aviation Organitation) baru didapat pada tahun 1963. Dari tahun 1965 sampai dengan tahun 1969 dilaksanakan pembangunan Gedung Terminal Internasional serta perpanjangan landasan pacu sehingga menjadi 45 M x 2.700 M dengan cara mengurug laut sampai sejauh sekitar 1000 meter.
Penyelesaian pekerjaan ini ditandai dengan sebuah acara peresmian pada tanggal 1 Agustus 1969 oleh Presiden Soeharto dan sekaligus merubah nama Pelabuhan Udara Tuban menjadi PELABUHAN UDARA INTERNASIONAL NGURAH RAI – BALI. Untuk mengantisaipasi lonjakan penumpang dan cargo maka pada tahun 1975 sampai dengan tahun 1978 kembali dibangun gedung Terminal Internasional baru. Sedangkan Terminal Internasional lama diubah menjadi Terminal Domestik dan Terminal Domestik lama digunakan sebagai Gedung Cargo dan Gedung Catering.
Pada tanggal 1 Oktober 1980 berdasarkan Peraturan Pemerintah No.26 tahun 1980, pengelolaan Pelabuhan Udara Internasional Ngurah Rai dialihkan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kepada PERUM ANGKASA PURA. Sejak saat itu fasilitas Pelabuhan Udara (Apron, gedung terminal, dan lain-lain) tahap demi tahap dikembangkan oleh PERUM ANGKASA PURA, yang pada tahun 1986 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1986 berubah nama menjadi PERUM ANGKASA PURA I. Sedangkan istilah Pelabuhan Udara diubah menjadi BANDAR UDARA berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No.213/HK.207/Phb-85 pada tanggal 1 September 1985.
Pulau Bali dengan daya tarik pariwisatanya yang luar biasa kembali menuntut pengembangan fasilitas Bandara. Proyek Pengembangan Bandar Udara Ngurah Rai Tahap I dilaksanakan sejak tanggal 1 Oktober 1989 sampai dengan 31 Agustus 1992 yang meliputi pekerjaan-pekerjaan perpanjangan landasan-pacu menjadi 3.000 M, relokasi taxiway, perluasan apron, pengembangan Gedung Terminal Penumpang dan Cargo serta pengembangan fasilitas navigasi udara dan fasilitas catu bahan bakar pesawat udara. Dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah No.5 tahun 1992 maka Perum Angkasa Pura I dialihkan bentuknya menjadi PT. (Persero) ANGKASA PURA I. Aktivitas usaha dilakukan di Bandar Udara mulai dari penyediaan fasilitas penerbangan sampai dengan jasa penunjang penerbangan dan kebandarudaraan. Proyek tahap II dilaksanakan pada tanggal 10 Pebruari 1998 dan direncanakan selesai sepenuhnya Juni 2000.
Sumber artikel dan foto : http://baliairport.ngurahrai-airport.co.id//index.php?option=com_content&task=view&id=14&Itemid=96
Pencarian :,, bandara ngurah rai, sejarah bandara ngurah rai, arsitektur bandar udara ngurah rai, proyek tahap III bandar udara ngurah raiKERJASAMA PEMASARASAN PROPERTYTags: sejarah airport ngurah rai, sejarah bandara bali Kategori bali airport
Anda memiliki property DI Bali yang dijual/disewakan? Anda sales property, agent property atau developer? Kami siap bekerjasama memasarkan property Anda melalui internet dengan puluhan website seperti www.baliapartemen.com, www.baliruko.com dan lain-lain dengan prinsip kejujuran. Hub. 081 238 23624
Tulis Komentar




