Dicari Karyawan untuk Mister Lele Cabang Nusa Dua (Hardys Nusa Dua Bali)
Ditampilkan oleh Ekuta Bali
Dicari Karyawan untuk Mister Lele Cabang Nusa Dua (Hardys Nusa Dua Bali), penampilan menarik, ramah, usia di bawah 28 tahun. Gaji + bonus + makan. Lamaran SMS : 08123823624.
Terima kasih
» Kategori Advertorial | Tags: hardys nusa dua bali, mister lele cabang nusa dua,
Harga Promo Tiket Pesawat ke Bali Juli – Agustus 2013
Ditampilkan oleh Ekuta Bali
Harga Promo Tiket Pesawat ke Bali Juli – Agustus 2013, harga lebih murah silakan nantikan di www.e-kuta.com. Terima kasih
» Kategori Advertorial | Tags: tiket pesawat murah ke bali agustus 2013, tiket pesawat promo juli 2013, Pencarian :,,contoh advertorial tempat wisata,
8 Tips Sebelum Diving
Ditampilkan oleh Ekuta Bali
Jika anda diving tanpa menggunakan jasa perusahaan diding ada beberapa hal penting yang perlu diketahui. Kalau diving di Bali bersama e-kuta.com, pasti aman karena tempatnya aman dan ditemani instruktur berpengalaman. SALAH satu kegiatan wisata yang sedang diminati adalah diving atau menyelam. Sambil melihat terumbu karang atau ikan-ikan tropis yang berenan-renang di lautan.

Namun, banyak yang harus diperhatikan sebelum mulai menyelam. Apa sajakah itu? Simak ulasannya berikut ini, seperti dikutip Mademan, Senin (30/1/2012):
Kenali area
Sebelum menyelam, kenali lebih dulu area sekitar penyelaman. Tanya dengan pemandu atau penduduk lokal, tempat mana yang aman dan berbahaya. Ketahui kedalaman tempat yang akan Anda selami dan temperatur udara dan air.
Cek keadaan cuaca
Biasanya, lebih baik menyelam di saat musim panas dan tidak ada badai tropis atau hujan. Karena arus laut akan lebih bersahabat dan tidak membahayakan.
Kenali area penyelaman terbaik
Saat tiba di lokasi penyelaman, jangan buru-buru langsung terjun ke dalam air. Cari tahu, tempat mana yang terbaik, yang memiliki terumbu karang terindah atau dimana Anda bisa melihat ikan-ikan tropis yang cantik.
Hindari menyelam sendirian
Kecuali Anda adalah penyelam profesional, sebaiknya hindari menyelam tanpa teman atau pemandu. Mereka dapat membantu Anda jika terjadi kejadian tak terduga saat berada di dalam air.
Cek ulang peralatan selam
Jauh sebelum Anda mulai menyelam, pastikan semua peralatan selam berfungsi dengan baik. Lihat kondisi tabung oksigen, masker selam, apakah memiliki retak atau tidak. kerusakan kecil dapat berakibat fatal.
Cari pemandu bereputasi
Pilih pemandu yang sudah memiliki pengalaman menyelam di tempat yang akan Anda tuju. Anda bisa meminta rekomendasi dari penduduk lokal. Dengan pemandu yang baik, keselamatan Anda di dalam laut pun pasti terjamin.
Bawa obat-obatan pertolongan pertama
Saat menyelam, sangat mungkin Anda akan tersengat hewan laut atau mungkin terluka karena terkena pecahan karang. karena itu jangan lupakan obat-obatan pertolongan pertama seperti cuka untuk sengatan ubur-ubur, dan pembalut luka.
Tunda bila kondisi udara buruk
Bila kondisi udara buruk, segera tunda kegiatan menyelam Anda. Bila dilanjutkan, Anda dapat beresiko tenggelam atau hilang di tengah lautan karena terbawa gelombang laut. (sumber : http://travel.okezone.com)
» Kategori Tips Liburan | ,
Presiden Yudhoyono Akan Buka Pesta Kesenian Bali
Ditampilkan oleh Ekuta Bali
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-35 pada 15 Juni 2013 di Denpasar.
“Presiden akan membuka PKB di Taman Budaya Denpasar pada pukul 20.00 Wita, siang harinya atau pukul 14.00 Wita, Presiden akan melepas pawainya di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandhi,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ketut Suastika di Denpasar, Senin (20/5).
Suastika mengemukakan PKB ke-35 digelar pada 15 Juni-13 Juli 2013 bertepatan dengan hari libur siswa-siswi.
“Kami sudah berkirim surat dari jauh-jauh hari untuk kepastian kehadiran Presiden dalam acara pembukaan PKB, apalagi Pak SBY dalam pembukaan tersebut sekaligus menyampaikan sambutan kepada delegasi peserta World Hindu Summit, yang kegiatannya juga diadakan di Bali,” ujarnya.
Pihaknya sangat berharap tidak ada penundaan jadwal pembukaan lagi seperti tahun sebelumnya akibat menyesuaikan dengan agenda Presiden SBY.
Ia menambahkan, dalam acara pelepasan pawai dan pembukaan, pementasan yang ditampilkan akan menyesuaikan dengan tema PKB ke-35 yakni “Taksu, Membangkitkan Daya Kreatif dan Jati Diri”.
“Tema ini sengaja kami angkat untuk mendorong para seniman ataupun mereka yang memiliki keahlian seni supaya lebih mengembangkan kreativitasnya, tetapi tak terlepas dari karakter ke-Bali-an,” ucapnya.
Pawai PKB, jelas dia, juga dimeriahkan penampilan atraksi seni dari perwakilan daerah lain di Tanah Air, seperti dari Papua dan Sumenep. Hal ini sejalan dengan misi PKB untuk mempererat dan memperekat semua komponen bangsa.
“Sementara seniman dari perwakilan kabupaten/kota di Bali, dalam pawainya akan menyajikan atraksi seni dengan berjalan kaki dari perempatan Jalan Puputan Renon-Jalan Pemuda hingga depan Kantor Bank Pembangunan Daerah Bali,” kata Suastika. INT-MB (sumber :metrobali.com)
» Kategori Bali event, Berita Bali | Tags: jadwal pawai pembukaan pkb, pembukaan peska kesenian bali 2013, pkb ke 35, presiden sby,
Harga Tiket Tari Barong Batubulan
Ditampilkan oleh Ekuta Bali
Tari Barong merupakan pertunjukan yang sangat populer di Bali dan rasanya belum ke Bali kalau belum pernah menonton pertunjukan tari Barong ini. Pertunjukan tari Barong yang paling bagus adanya di Batubulan, dengan design stage berarsitektur Bali, penari berpengalaman, parkir super luas dan pelayanan ramah. Jika anda belum mengenal wilayah di Bali dengan baik, bisa menggunakan jasa sewa mobil dan supir dari e-kuta.com. Driver ramah, khusus pariwisata dan pastinya liburan Anda akan menyenangkan selama di Bali.
Harga Tiket Tari Barong Batubulan : Rp. 100.000 80.000
Jadwal pertunjukan : 09.30 – 10.30 wita
Tiket terbatas, tiket resmi bisa dibeli via e-kuta.com atau website resmi www.taribarong.com
Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.
Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Gajah, Barong Asu (anjing), Barong Brutuk, serta Barong-barongan. Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup lengkap.
Kostum Barong Ket umumnya menggambarkan perpaduan antara singa, harimau, dan lembu. Di badannya dihiasi dengan ornamen dari kulit, potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun pandan. Barong ini dimainkan oleh dua penari (juru saluk/juru bapang): satu penari mengambil posisi di depan memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong, sementara penari kedua berada di belakang memainkan kaki belakang dan ekor Barong.
Secara sekilas, Barong Ket tidak jauh berbeda dengan Barongsai yang biasa dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Hanya saja, cerita yang dimainkan dalam pertunjukan ini berbeda, yaitu cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi dengan tokoh-tokoh lainnya, seperti Kera (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda.
Keistimewaan Tari Barong terletak pada unsur-unsur komedi dan unsur-unsur mitologis yang membentuk seni pertunjukan. Unsur-unsur komedi biasanya diselipkan di tengah-tengah pertunjukan untuk memancing tawa penonton. Pada babak pembukaan, misalnya, tokoh kera yang mendampingi Barong membuat gerakan-gerakan lucu atau menggigit telinga lawan mainnya untuk mengundang tawa penonton.
Sementara itu, unsur mitologis terletak pada sumber cerita yang berasal dari tradisi pra-Hindu yang meyakini Barong sebagai hewan mitologis yang menjadi pelindung kebaikan. Unsur mitologis juga nampak dalam pembuatan kostum Barong yang bahan dasarnya diperoleh dari kayu di tempat-tempat yang dianggap angker, misalnya kuburan. Unsur mitologis inilah yang membuat Barong disakralkan oleh masyarakat Bali. Selain itu, Tari Barong juga seringkali diselingi dengan Tari Keris (Keris Dance), di mana para penarinya menusukkan keris ke tubuh masing-masing layaknya pertunjukan debus.
Tari Barong dapat disaksikan di beberapa tempat di Kabupaten Gianyar, Bali, di antaranya di Pura Dalem Ubud yang biasanya mulai dipentaskan pada jam 19.30 WITA, serta di beberapa sanggar seni di Desa Batubulan yang dipentaskan pada jam 09.30 WITA.
Untuk menonton seni pertunjukan ini, wisatawan dapat menuju Desa Batubulan melalui Kota Denpasar, Ibu Kota Provinsi Bali. Dari Kota Denpasar, Batubulan berjarak sekitar 10 km atau membutuhkan waktu sekitar 15 menit menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum (taksi/mobil carteran). Sementara, jika wisatawan memulai perjalanan dari Pantai Kuta atau kawasan Nusa Dua, dibutuhkan waktu + 45 menit.
Untuk menyaksikan pertunjukan Tari Barong, wisatawan domestik maupun mancanegara dikenakan biaya sebesar Rp 50.000 per orang. Dengan membayar tiket sejumlah itu, wisatawan juga akan memperoleh panduan cerita pementasan dalam bentuk cetak dengan berbagai pilihan bahasa, antara lain bahasa Indonesia, Inggris, Perancis, Italia, Jepang, dan Mandarin.
Selain menggunakan kendaraan pribadi, wisatawan juga dapat menyewa jasa travel e-kuta.com untuk menonton tarian ini. Penyedia jasa travel umumnya telah memiliki jadwal tetap pertunjukan Tari Barong di Desa Batubulan. Namun, apabila ingin lebih leluasa dengan agenda wisata yang diinginkan, wisatawan dapat menyewa mobil carteran dengan biaya sewa yang dihitung per hari.
Kecuali menyaksikan pertunjukan tari, salah satu agenda wisata yang bisa dilakukan di desa ini adalah berbelanja aneka cenderamata yang dijual oleh toko-toko suvenir maupun galeri seni yang ada di sepanjang jalan di Desa Batubulan. Benda-benda seni seperti patung maupun ukiran merupakan cenderamata khas dari desa ini. Apabila memerlukan akomodasi dan fasilitas seperti penginapan (losmen, hotel melati, maupun hotel berbintang), warung makan, serta tempat hiburan malam, maka wisatawan dapat menemukannya di kota terdekat, yaitu Kota Denpasar.
» Kategori Advertorial, Informasi | Tags: e-kuta travel ramah bali, harga tiket tari barong bali, harga tiket tari barong batubulan, jadwal tari barong bali, tari barong paling bagus bali, tiket nonton tari barong bali, tiket resmi tari barong bali, Pencarian :,,jarak denpasar ke kuta,
Video Terbaru – Tari Kecak Uluwatu
Ditampilkan oleh Ekuta Bali
Video Terbaru – Tari Kecak Uluwatu, kumpulan berbagai video menarik Tari Kecak Uluwatu Bali. Untuk pemesanan silakan hubungi tim e-kuta.com : 0361 2786524, 081236124950, 08123823624 jam kerja, Minimal booking 3 hari sebelum hari H. Tiket terbatas.
Tari Kecak biasanya disebut sebagai tari “Cak” atau tari api (Fire Dance) merupakan tari pertunjukan masal atau hiburan dan cendrung sebagai sendratari yaitu seni drama dan tari karena seluruhnya menggambarkan seni peran dari “Lakon Pewayangan” seperti Rama Sita dan tidak secara khusus digunakan dalam ritual agama hindu seperti pemujaan, odalan dan upacara lainnya.
Bentuk – bentuk “Sakral” dalam tari kecak ini biasanya ditunjukan dalam hal kerauhan atau masolah yaitu kekebalan secara gaib sehingga tidak terbakar oleh api.
Keunikan.
Tidak seperti tari bali lainnya menggunakan gamelan sebagai musik pengiring tetapi dalam pementasan tari kecak ini hanya memadukan seni dari suara – suara mulut atau teriakan – teriakan seperti “cak cak ke cak cak ke” sehingga tari ini disebut tari kecak.
Ditambahkan oleh TariKecak.com, Tarian Kecak ini bisa ditemukan di beberapa tempat di Bali, tapi yang di Uluwatu adalah yang paling menarik untuk ditonton karena atraksinya bersamaan dengan sunset atau matahari tenggelam.
Menurut Wikipedia, kecak diciptakan pada tahun 1930-an oleh Wayan Limbak yang bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.
Selain kisah Ramayana, ada beberapa judul dan tema kecak yang sering dipentaskan seperti :
- Kecak Subali dan Sugriwa, diciptakan pada tahun 1976.
- Kecak Dewa Ruci, diciptakan pada tahun 1982.
Keduanya merupakan hasil karya dari Bapak I Wayan Dibia.
» Kategori Informasi | Tags: harga tiket tari kecak bali, jadwal pertunjukan tari bali, jadwal tari kecak bali, telepon tari kecak bali, video tari bali, video tari kecak bali, video tari kecak uluwatu,
Cara Pembayaran Tiket Nonton Tari Kecak Uluwatu Bali
Ditampilkan oleh Ekuta Bali
Karena banyak yang menanyakan tentang Cara Pembayaran Tiket Nonton Tari Kecak Uluwatu Bali, caranya sangat mudah Anda dapat memesan tiket pertunjukan paling favorit ini via online melalui e-kuta.com atau situs kami www.tarikecak.com, kemudian masuk ke menu “booking” atau “pemesanan, kemudian Anda akan diguide cara cek ketersediaan, pembayaran dll. Minimal booking 3 hari sebelum hari H, untuk grup minimal 50 orang, silakan booking 2 minggu atau 1 bulan sebelumnya (tidak berlaku di musim liburan seperti liburan sekolah, liburan Lebaran, Natal dan Tahun Baru atau long weekend).
Harga tiket : Rp. 75.000 per orang
Jadwal pertunjukan : 18.00 – 19.00
Mohon maaf tim tariKecak.com tidak melayani pemesanan di lokasi, karena keterbatasan tempat.
Ada suatu tarian yang bernama Tari Kecak adalah suatu tarian yang tidak asing lagi untuk didengar, karena tarian ini merupakan tarian yang cukup terkenal bila dibandingkan dengan tarian adat lainnya. Di televisi maupun media lainnya, banyak yang suka menarikan tarian kecak ini, karena tarian kecak ini merupakan tarian yang indah dengan perpaduan yang unik. Untuk tarian modern masa kini pula, banyak nya perpaduan antara tarian modern dengan unsur Tari Kecak Tradisional yang ada dalam tarian kecak akan menghasilkan suatu tarian yang bagus dan istimewa. Untuk foto-foto tari Kecak terbaru, klik di foto tari Kecak Bali
» Kategori Advertorial, Informasi | Tags: booking tiket kecak bali, cara beli tiket tari kecak uluwatu, cara booking tiket tari kecak, cara pembayaran, harga tiket tari kecak bali, jadwal pertunjukan tari kecak uluwatu, prosedur pembelian tiket kecak,
10 Tips Naik Pesawat dengan Bayi atau Anak
Ditampilkan oleh Ekuta Bali
Naik pesawat atau bepergian dengan pesawat disertai bayi atau anak, tentu membutuhkan persiapan yang berbeda dengan tanpa anak. Berikut ini beberapa tips berikut akan membantu Anda membuat perjalanan terbang dengan anak-anak menjadi lebih mulus.
1. Rencanakan untuk datang lebih awal ke bandara. Saat membawa anak, Anda harus memberikan toleransi waktu yang lebih banyak dibanding pergi seorang diri. Kadang-kadang si anak rada cerewet atau manja, sehingga membutuhkan waktu yg lebih santai.
2. Jika membawa kereta bayi, Anda harus melipatnya sebelum melakukan pemeriksaan x-ray.
3. Jika membawa beberapa anak sekaligus, mintalah bantuan si sulung untuk ikut membantu menjaga adik-adiknya. Beritahu si sulung sebelumnya mengenai apa saja yang harus dilakukan.
Karyawan bandara ataupun penumpang lain biasanya dengan senang hati akan membantu jika melihat Anda kerepotan.
4. Jika memiliki bayi yang harus minum susu formula, jika memungkinkan bawa susu bubuknya saja. Anda selalu dapat membeli air setelah melewati pemeriksaan x-ray.
5. Jika Anda memiliki anak yang masih kecil dan harus duduk di pangkuan, Anda tidak perlu membeli kursi tambahan.
Namun, saat melakukan perjalanan jauh, pertimbangkan kembali apakah membeli kursi ekstra sepadan dengan terbebasnya Anda dari rasa pegal memangku anak sepanjang perjalanan.
6. Jika anak Anda membawa mainan, sampaikan bahwa mereka harus bertanggung jawab terhadap mainan tersebut. Anak-anak mungkin lupa meninggalkan mainan mereka saat akan turun dari pesawat.
7. Jika Anda memiliki bayi, pastikan untuk membawa baju ganti, popok, mainan favorit, dan mungkin satu atau dua buku untuk dibacakan kepada mereka, jika mereka telah cukup umur.
8. Perbedaan tekanan udara saat terbang kadang akan membuat telinga anak-anak menjadi sakit. Sediakan permen untuk membantu mengurangi rasa sakit di telinga mereka.
9. Sampaikan pada anak-anak bahwa saat di dalam pesawat mereka harus tetap duduk dengan sabuk pengaman terikat. Berbicara sebelumnya dengan anak akan membantu mereka untuk memahaminya.
10. Terakhir, buat diri tetap santai dan nikmati perjalanan Anda (sumber :www.amazo.co)
» Kategori Tips Liburan | Tags: tips jalan-jalan dengan anak, tips liburan untuk anak, tips naik pesawat dengan anak, tips naik pesawat dengan bayi,
Jadwal Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXV Tahun 2013
Ditampilkan oleh Ekuta Bali
Jadwal Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXV Tahun 2013, 15 Juni – 13 Juli 2013. Klik pada image di bawah ini untuk memperbesar.
» Kategori Advertorial, Bali event, Informasi | Tags: jadwal pembukaan pkb 2013, jadwal pesta kesenian bali 2013, jadwal pkb 2013, Pencarian :,,Dwonload Jadwal Pesta Kesenian Bali 2013,jadwal pkb tahun 2013,
Sejarah 5 Perang Puputan di Bali
Ditampilkan oleh Ekuta Bali
Beritabali.com, Denpasar. Menurut wikipedia, puputan adalah tradisi masyarakat di Bali, Indonesia yang berupa tindakan perlawanan bersenjata habis-habisan sampai mati demi kehormatan tanah air. Istilah ini berasal dari kata “puput” yang artinya “tanggal” / “putus” / “habis / “mati”. Puputan berarti perang sampai mati, dan wajib berlaku untuk seluruh warga yang ada dari semua kasta sebagai bentuk perlawanan, termasuk mengorbankan jiwa dan raga sampai titik darah penghabisan.
Tradisi puputan tidak hanya berlaku bagi pimpinan (dalam hal ini raja) dan prajurit angkatan perangnya saja, tetapi berlaku bagi seluruh rakyat yang berada di seluruh wilayah kerajaan bersangkutan. Bagi mereka yang sudah dinyatakan cukup umur, wajib ikut berperang. Laki-laki atau wanita, semuanya akan bergabung untuk membela tanah kelahiran mereka dari ancaman pihak yang dianggap telah menginjak-injak harga diri dan kehormatan masyarakat.
Bagi masyarakat yang tidak mau terlibat dalam perang puputan diharapkan pergi sejauh mungkin dari wilayah bersangkutan, sebelum perang dimulai. Namun biasanya tidak banyak warga yang mau menempuh jalan ini, sebagian besar dari mereka akan membela tanah kelahirannya, meskipun mereka tahu pasti akan gugur di medan perang. Setelah perang puputan selesai, daerah bersangkutan akan menjadi tanah tak bertuan.
Sebelum berangkat ke medan perang, setiap orang diharuskan melakukan persembahyangan di pura keluarga (Pura Pemerajan) untuk mohon diri (Mapamit), pergi ke alam keabadian. Mereka sangat menyadari peta kekuatan musuh tidak mungkin tertandingi. Itulah sebabnya diumumkan perang puputan. Tetapi mereka adalah patriot yang tentu juga akan banyak membunuh musuh, karena semangat yang berani mati yang sudah tertanam dalam jiwa mereka.
Melawan Penjajah
Perang puputan dalam catatan sejarah hanya terjadi pada masa penjajahan Belanda. Sebelumnya, meskipun sering terdengar peperang diantara kerajaan-kerajaan yang ada, belum terdengar adanya perang puputan. Ini disebabkan oleh etika peperangan masih dijunjung tinggi oleh para pihak yang bertikai. Selain itu persenjataan yang dipergunakan kedua belah pihak berimbang. Biasanya setelah perang usai, pemimpin dan prajurit yang setia akan mengasingkan diri ke tempat yang agak jauh dari ibukota kerajaan. Rakyat yang kalah pun akan diperlakukan sama seperti rakyat yang memengkan perang dan mereka akan diadopsi sebagai warga kerajaan yang menang perang.
Berbeda dengan pada masa penjajahan Belanda, rakyat Bali harus berhadapan dengan tentara belanda yang telah dipersenjatai dengan senjata modern, seperti senapan, meriam bahkan tank-tank lapis baja. Sementara prajurit kerajaan serta rakyatnya hanya dipersenjatai keris, tombak bahkan bambu runcing. Rakyat Bali tentu sangat menyadari akan kalah berperang melawan pasukan Belanda. Tetapi kondisi ini tidak membuat rakyat Bali takluk dan menyerah kepada Belanda. Berperang adalah pilihan satu-satunya dan gugur di medan perang adalah hasilnya yang pasti.
Perang Puputan Yang Pernah Terjadi
Di Bali sejarah mencatat terjadi lima kali perang puputan. Kesemuanya merupakan perlawanan heroik rakyat Bali terhadap penjajah Belanda. Sejarah perang puputan pertama kali terjadi pada tahun 1846 dan terkahir kali terjadi pada tahun 1946.
1. Puputan Jagaraga
Pada tahun 1846, Anak Agung Jelantik penguasa daerah Den Bukit, sekarang termasuk dalam wilayah Kabupaten Buleleng memutuskan untuk melakukan perang puputan. Perang ini dipicu oleh politik tawan karang (menahan seluruh kapal asing yang masuk ke dermaga pelabuhan Buleleng – Bali Utara) yang diberlakukan Kerajaan Den Bukit tidak diterima oleh pihak Belanda yang mencoba masuk ke wilayah Den Bukit. Karena dipersenjatai peralatan perang modern yang lengkap, termasuk kapal laut, kapal udara, mobil perang beserta senapan-senapan apinya, maka Belanda secara membabi buta menyerang wilayah Den Bukit mulai dari pesisir Buleleng sampai ke kota kerajaan di desa Jagaraga.
Dipimpin oleh Jenderal Mayor A.V. Michiels dan sebagai wakilnya adalah van Swieten, Kerajaan Buleleng diserang dari segala tempat, udara, laut dan darat. Namun rakyat Den Bukit tidak menyerah menghadapi serangan yang sangat tidak berimbang ini. Raja Den Bukit pun mengumumkan kepada rakyat, pasukan perang dan kerabat istana untuk menghadapi Belanda sampai titik darah penghabisan. Akhirnya Den Bukit pun jatuh ke tangan Kolonial Belanda, namun atas desakan rakyat, Anak Agung Jelantik dan beberapa sesepuh Kerajaan Den Bukit berhasil diloloskan ke wilayah Kerajaan Karangasem untuk meminta perlindungan dan menyusun kekuatan untuk kembali menghadapi pasukan Belanda.
2. Puputan Kusamba
Tiga tahun kemudian, yakni tahun 1849, Belanda berusaha menduduki wilayah Bali Timur. Pasukan ingin menguasai wilayah Kerajaan Klungkung yang merupakan kerajaan tertinggi di Bali saat itu. Dengan menguasai Kerajaan Klungkung, berarti wilayah Bali secara keseluruhan akan dibawah kekuasaan penjajah Belanda. Namun rencana ini tercium oleh rakyat desa Kusamba yang merupakan benteng kekuatan Kerajaan Klungkung. Rakyat Kusamba yang didukung penuh oleh atasannya menyatakan akan menghadapi belanda secara perang puputan.
Pada tanggal 25 Mei 1849, tampil lah Ida I Dewa Istri Kanya, seorang perempuan Bali memimpin perang puputan yang dikenal dengan Puputan Kusamba tersebut. Saat itu pasukan Belanda dipimpin oleh Let. Jen. Michiels. Berbeda dengan perang puputan lainnya, kali ini Klungkung memenangkan perang dengan terbunuhnya Micheils di medan perang. Kekalahan ini tentu saja membuat pihak Belanda sangat malu.
3. Puputan Badung
Setelah hampir setengah abat tidak terdengar adanya perang puputan di Bali, tiba-tiba pada tanggal 20 September 1906, tiga kerajaan yakni Puri Kesiman, Puri Denpasar dan Puri Pemecutan mengumumkan perang puputan melawan kolonial Belanda yang berkedudukan di Batavia. Perang ini dipicu oleh taktik licik pihak kolonial Belanda yang menuduh rakyat Sanur mencuri barang-barang milik saudagar Cina yang diangkut oleh kapal Sri Komala berbendera Belanda yang terdampar di pantai Sanur pada tahun 1904. Kwee Tek Tjiang, pemilik barang telah membuat laporan palsu kepada utusan raja dan menyatakan rakyat telah mencuri 3.700 ringgit uang perak serta 2.300 uang kepeng. Laporan tanpa bukti itu tentu saja tidak dipercaya oleh utusan raja.
Karena utusan raja tidak mempercayai laporan palsu tersebut, pihak kolonial Belanda mengeluarkan ultimatun yakni mendenda Raja Badung, I Gusti Ngurah Denpasar (Badung merupakan otoritas tiga kerajaan, yakni Kesiman, Denpasar dan Pemecutan) sebesar 3.000 ringgit (7.500 gulden). Jika Raja Badung tidak mau membayar denda sampai batas tanggal yang ditentukan 9 Januari 1905, maka wilayah Badung akan diserang secara militer oleh pihak kolonial Belanda. Karena rakyat Badung tidak bersalah, maka tantangan tersebut diladeni dengan perlawanan.
Maka pecahlah Puputan Badung dengan korban gugur di pihak rakyat mencapai 7.000 orang, termasuk para raja dan kerabat istana serta para pahlawan dari ketiga puri, Kesiman, Denpasar dan Pemecutan. Pasukan Belanda dipimpin Rost Van Toningen, berhasil menduduki wilayah Badung. Namun para wartawan perang yang dibawa pihak Belanda melaporkan bahwa Puputan Badung ini merupakan pembantaian massal yang dilakukan militer Belanda terhadap rakyat sipil yang tidak bersenjata.
4. Puputan Klungkung
Dua tahun setelah Puputan Badung, tanggal 28 April 1908 kembali terjadi perang puputan melawan kolonial Belanda. Perang puputan yang dikenal dengan Puputan Klungkung ini merupakan perang puputan terakhir masa kerajaan di Bali. Perang yang menandai jatuhnya seluruh wilayah Bali ke tangan belanda ini dipicu oleh kesewenang-wenangan Belanda dalam membuat peraturan yang tentu merugikan rakyat Bali. Di pihak Klungkung dipimpin oleh Raja Klungkung Ida I Dewa Agung Jambe, yang sekaligus gugur dalam peperangan.
Kemenangan Belanda kali ini merupakan obat penawar sakit hati yang harus diterima Belanda ketika menggempur wilayah Klungkung di Desa kusamba sekitar setengah abad sebelumnya.
5. Puputan Margarana
Setelah Indonesia merdeka, pada masa-masa perang kemerdekaan kembali terjadi perang puputan di wilayah Kabupaten Tabanan. Adalah Desa Marga, Kecamatan Marga, menjadi tempat bersejarah yang menandai bagaimana rakyat Indonesia, khususnya rakyat Bali gigih menentang segala bentuk penjajahan. Di tempat pertempuran secara puputan terakhir ini, kini ditandai dengan situs candi yang dikenal dengan Candi Margarana. Marga adalah tempat kejadiannya, sedangkan rana berarti perang atau pertempuran.
Pada tanggal 20 November 1946, terjadi pertempuran habis-habisan antara pasukan Ciung Wanara dibawah pimpinan Let. Kol. I Gusti Ngurah Rai melawan pasukan NICA (pasukan yang dibonceng penjajah Belanda). Pertempuran sengit diatas kebun jagung di Banjar Kelaci itu membuat I Gusti Ngurah Rai beserta segenap pasukannya gugur dalam membela tanah air, NKRI. (sumber :Beritabali.com)
» Kategori Informasi, Sejarah | Tags: perang puputan bali, sejarah puputan bali,


